Instansi

Bupati Pekalongan Serahkan Sertifikat Halal Kepada UMKM

KAJEN – sebanyak 20 pelaku UMKM di Kabupaten Pekalongan menerima Sertifikat Produk Halal. Penyerahan dilukan oleh Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq hari ini (17/01/2024) secara simbolis di Gedung Islamic Center Kedungwuni.

Selain menyerahkan sertifikat halal, juga diserahkan bantuan stimulus modal usaha untuk 550 UMKM dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Pekalongan.
Program sertifikat halal difasilitasi oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) tersebut merupakan akselerasi capaian sertifikasi produk halal dimana per tanggal 17 Oktober 2024 semua produk makanan, minuman, jasa penyembelihan dan bahan tambahan pangan harus sudah bersertifikat halal.

Dalam sambutannya Bupati mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada Kementerian Agama yang telah menginisiasi pemberian Sertifikat Halal bagi para pelaku UMKM di Kabupaten Pekalongan

“kepada seluruh UMKM Kabupaten Pekalongan yang hari ini menerima sertifikasi halal agar amanah dalam mengelola usahanya, karena sertifikasi halal yang diberikan mengandung tanggungjawab yang besar kepada Allah dan kepada masyarakat sehingga harus dijaga dengan sungguh – sungguh, agar kepercayaan konsumen terjaga dan usahanya tambah lancar dan berkembang,’ ungkapnya.

Fadia juga mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus menjalin komunikasi dengan Kemenag dan BAZNAS Kabupaten Pekalongan agar setiap tahun dapat memberikan bantuan yang lebih baik dan dengan jenis usaha yang lebih beragam lagi kepada masyarakat, sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat tersentuh bantuan usaha dari BAZNAS.

“Alhamdulillah para pelaku usaha mendapatkan sertifikasi halal dan bantuan modal, Maturnuwun Kemenag karena membantu Pemerintah Kabupaten Pekalongan dengan memberikan masyarakat kami yang sedang berusaha, yang sedang mencari nafkah, sedang mencari rezeki dengan sertifikasi halal,” ungkap Fadia.

Sementara itu, Kepala Kankemenag Kabupaten Pekalongan, Imam Tobroni dalam sambutannya menyatakan pelaksanaan sertifikasi halal menjadi prioritas nasional yang memerlukan kolaborasi dan sinergi BPJH Kemenag beserta seluruh pemangku kepentingan, sesuai dengan PP no 39 tahun 2021 tentang penyelenggaraan jaminan produk halal.

“acara hari ini merupakan implementasi dari UU No. 33 tahun 2014 tentang jaminan produk halal serta sebagai upaya mendukung Indonesia yang berpotensi menjadi pusat industri halal dunia di tahun 2024,” paparnya

Diungkapkan Tobroni bahwa saat ini sudah ada 3000 pelaku halal tersertifikasi di Kabupaten Pekalongan.

“kami berharap lebih kurang 30 ribu UMKM yang ada di Kabupaten Pekalongan pada 17 Oktober 2024 sudah semuanya memiliki sertifikat halal, untuk itu kami mohon dukungan dari Ibu Bupati dan Pemkab Pekalongan,” pungkas Tobroni.

Penulis : Fiki

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button