Instansi

Pemohon Cetak KTP El Di Kabupaten Pekalongan Meningkat

Kajen- Jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, jumlah pemohon perekaman dan pencetakan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP El) di Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten pekalongan meningkat.

Peningkatkan itu kalau di bulan-bulan sebelumnya sekitar 250 pemohon setiap hari, menjadi 300-400 pencetakan KTP El perhari. Hal itu disampaikan Kepala Disdukcapil Ajid Suryo Pratondo, menurutnya salah satu faktornya adalah karena Disdukcapil sudah melakukan jemput bola perekaman KTP El di 17 kecamatan yang ada di Kota Santri.

“beberapa bulan sebelumnya kita sudah melakukan jemput bola di 17 kecamatan, dan kedepan akan kita mulai lagi jemput bola perekaman KTP El di Kecamatan Karanganyar dan Kajen,” terangnya, Rabu (10/1/2024).

Dijelaskannya, untuk warga yang saat melakukan perekaman dan usianya sudah 17 tahun, KTP nya sudah dicetak dan sudah distribusikan, dan bagi yang masih usia 16 tahun pada saat perekaman dan saat ini sudah masuk usia 17 tahun, mereka datang ke dinas untuk proses cetak KTP El.

“alhamdulilah saat ini ketersediaan blangko masih ada, meski kadang menipis namun tidak sampai terjadi kekosongan. Harapanya droping blangko dari pusat lancar,” pintanya.

Ajid menambahkan, untuk program jemput bola perekaman KTP El, dilakukan di desa-desa. Hal itu dikarenakan bisa mengcover seluruh warga, baik yang masih duduk dibangku sekolah, warga usia sekolah yang tidak melanjutkan pendidikan, warga yang tidak bisa datang karena sakit atau lumpuh dan juga para disabilitas.

“kita tidak melakukan jemput bola di sekolah, karena lebih efektif dilakukan di desa. Kalaupun ada yang belum tercover biasanya mereka yang merantau atau anak yang mondok diluar kota,” kata Ajid.

Disinggung mengenai perbedaan antara data pemilih dari KPU dan Disdukcapil, Ajid menjelaskan, bahwa biasanya data dari KPU adalah warga yang belum punya KTP, tetapi bukan yang sudah rekam tetapi belum punya KTP El.

“target kita adalah yang belum rekam, jadi ada warga yang belum ber KTP tapi mereka sudah rekam,” tuturnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button