Instansi

Sebanyak 286 Pemilih Ikut Serta Dalam Simulasi Pencoblosan Pemilu 2024

Kajen – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Pekalongan gelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara serta penggunaan SIREKAP di tingkat TPS dalam pemilihan umum tahun 2024 yang berlokasi di Lapangan Basket SMA Negeri 1 Bojong, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan (26/12/23).

Simulasi pencoblosan dilakukan semirip mungkin dengan pelaksanaan sesungguhnya pada tanggal 14 Februari 2024 nanti. Dengan mengikutsertakan TPS 03 Desa Wangandowo sebagai tempat berlangsungnya simulasi dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 286 orang.

Dijelaskan oleh Ketua Komisioner KPU Kabupaten Pekalongan Lailatul Izzah bahwa TPS 03 sebetulnya bukan di SMA 1 Bojong, namun melihat kondisi lokasi yang tidak memungkinkan untuk pelaksanaan seremonial Simulasi. Sehingga dialihkan ke SMA 1 Bojong, namun ketika pelaksanaan pecoblosan yang sesungguhnya tetap ditempat semula.

“Mungkin sedikit saya laporkan bahwa untuk simulasi kali ini kita menggunakan TPS 03 Desa Wangandowo. Simulasi ini kita lakukan mendekati riil. Sebenarnya untuk lokasi TPS 03 sendiri berjarak 100 meter dari sini.

Namun karena berbagai pertimbangan dan mengingat juga banyaknya undangan Alhamdulillah pada akhirnya dilakukan di SMA 1 Bojong,” Kata Lailatul Izzah dalam sambutannya.

Ditambahakan oleh Lailatul Izzah bahwa simulasi pemungutan suara dimulai jam 07.00 WIB dan selesai jam 13.00 WIB sesuai dengan pelaksananaan yang sesungguhnya. Begitu juga dengan alat pencoblosan, ukuran surat suara, dan kotak suara yang digunakan. Perbedaanya adalah ada pada gambar yang terdapat pada surat suara untuk partai menggunakan nama-nama buah dengan nomer dari 56 dan seterusnya.

Sedangkan untuk surat suara presiden menggunakan dua pasang calon karena tidak boleh sama. Dalam proses simulasi penghitungan suara nantinya juga akan digunakan aplikasi SIREKAP (Sistem Informasi Rekapitulasi) yang akan membantu kinerja dari KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara).

Salah satu warga Desa Wangandowo yang hadir adalah Singkir (37) yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) TPS 03 Desa Wangandowo. Dirinya mengaku senang bisa turut serta dalam kegiatan simulasi pemungutan dan penghitungan suara.

Singkir adalah pemilih dengan disabiltas fisik yang pada saat simulasi dibantu oleh (Petugas Pengamanan Tempat Pemungutan Suara) PAM TPS. Singkir berharap nantinya ketika pada saat pencoblosan disediakan kursi roda untuk membantu dirinya memberikan suara pada Pemilu 2024.

“Saya senang sekali karena bisa seperti yang lain bisa melakukan pencoblosan. Meskipun sempat bingung sedikit dan untuk berjalan belum disediakan kursi roda. Sehingga kami berharap pada saat pencoblosan nanti bisa disediakan kursi roda,” Harap Singkir saat ditemui oleh awak media.

Penulis: Reza

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button