Hukum dan KriminalInstansi

Pemkab Akan Undang Manajemen PT Pismatex Terkait Tuntutan Pekerja Yang diberhentikan

Kajen- Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan mengundang manajemen PT Pismatex terkait adanya tuntutan para pekerjanya yang mengadu soal ketidakpastian pesangon usai kena putus hubungan kerja (PHK).

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah M. Yulian Akbar usai mengikuti audiensi antara perwakilan Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kabupaten Pekalongan, para pekerja, Wakil ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Sumar Rosul dan para anggota Komisi IV DPRD Kabupaten di ruang rapat Komisi IV, Selasa (21/11/2023).
Sebelumnya, Ratusan buruh PT Pismatex dan PT Gajah Duduk mendatangi gedung DPRD Kabupaten Pekalongan. Massa berorasi beberapa menit sebelum akhirnya perwakilan mereka diminta masuk ke DPRD.

M. Yulian Akbar menambahkan, pemerintah berkewajiban mamback up tuntutan pekerja untuk mendapatkan hak-haknya dan meminta kepada manajemen PT Pismatex untuk memprioritaskan pesangon kepada para pekerja yang diberhentikan
“kita cari opsi-opsinya dulu sebelum rapat dengan dewan pada Desember mendatang, kita ingin ada kepastian, kapan waktunya hak-hak mereka dipenuhi dan siapa yang menjadi prioritas,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Sumar Rosul mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan mengundang perwakilan buruh, Pemkab Pekalongan, PT Pismatex, PT Gajah Duduk, termasuk kurator untuk duduk bersama mencari solusi dari permasal ini.

“kami akan menindaklanjuti aduan para buruh ini. Bulan depan pihaknya akan mendudukkan semua pihak,” terangnya.

Sementara itu, Ketua SPN Kabupaten Pekalongan Ali Sholeh meminta Pemkab Pekalongan melakukan pemeriksaan karena dianggap melanggar hukum terhadap PT Gajah Duduk yang diduga hendak meng-outsourcing buruh.
“kami menuntut PT Pismatex segera menyelesaikan proses pesangon karena sudah hampir setahun. Kami minta bantuan DPRD dan Pemkab Pekalongan,” ucapnya.

Penulis : Fiki

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button