Hukum dan KriminalInstansi

Banyak Melanggar, Bawaslu-Satpol PP Tertibkan APK

Kajen- Bawaslu Kabupaten Pekalongan bersama Satpol PP melakukan penertiban terhadap Alat Peraga Sosialisasi (APS) calon anggota legislatif Pemilu 2024 yang dinilai tidak sesuai dengan ketentuan peraturanan-undangan yang dipasang dan terpasang sebelum dimulainya masa kampanye pada 28 November 2023, Kamis (09/11 /2023).

Kordiv Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi (PP Datin) Kusuma Wijaya mengatakan, Bawaslu bersama Satpol PP melaksanakan penertiban alat-alat peraga sosialisasi yang mengandung unsur kampanye, seperti memuat unsur ajakan, simbol coblos paku, visi dan misi serta program partai politik maupun bakal calon anggota legislatif.

“Selain memuat tanda coblos nomor urut, visi dan misi maupun program, alat peraga lainnya yang turut ditertibkan adalah terhadap alat peraga peserta pemilu dan pelaksana kampanye (caleg) yang melanggar peraturan bupati seperti lokasi pemasangan dipaku di pohon, di jembatan atau menggantung di tiang listrik ,” jelasnya.

Jaya (sapaan akrabnya) menjelaskan penertiban ini dilakukan sebagai tindak lanjut instruksi Bawaslu RI yang akan melakukan penertiban secara serentak di seluruh Indonesia, yang di ikuti Kabupaten/Kota mulai 8 November 2023. Penertiban ini pun akan berlanjut hingga 27 November 2023 sebelum masa kampanye dilaksanakan pada 28 November 2023. Seperti diketahui, dalam penertiban yang dilakukan secara serentak ini.

Komisioner Bawaslu Kabupaten Pekalongan turun ke jalan melakukan pemantauan kegiatan penertiban dan pengawasan ke kecamatan-kecamatan bagi pendamping jajaran Panwaslu Kecamatan dalam melakukan penertiban. Kegiatan penertiban oleh Bawaslu di bagi tiga Tim. Tim pertama dengan rute Karanganyar, Doro, Talun, Karangdadap , Buaran Timur. Tim dua dari Kajen, Karanganyar, wonopringgo Buaran Tengah , Hingga Tirto. Dan tim ketiga dari Pertigaan Gandarum-perempatan sibedug , Bojong, Wiradesa, Siwalan, Sragi, Kesesi. Namun hingga pukul 6 sore tidak semua rute yang direncanakan bisa dilalui.

Karena keterbatasan personel dari pihak Satpol PP menjadikan tidak semua wilayah belum menarik. “Karena waktu dan personel terbatas wilayah utara seperti Buaran, Tirto, Wiradesa dan Siwalan belum bisa terjangkau,” jelasnya.

Menurutnya penertiban akan dilanjutkan minggu depan dengan menyisir lokasi yang belum terjangkau dan alat peran besar yang hanya bisa diturunkan dengan alat besar. Bawaslu juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada parpol yang melakukan penertiban sendiri APS yang melanggar. Bawaslu mengedepankan upaya persuasif dalam menertibkan APS yang tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Penulis : Fiki

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button