Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Kabupaten Pekalongan menggelar bedah buku “menjerat Gusdur” di Gedung PCNU Kabupaten Pekalongan, Jumat (6/3/2020). Kegiatan tersebut  merupakan rangkaian peringatan hari lahir Lesbumi yang ke 58.

Dalam acara tersebut di hadiri Forkompimda Kabupaten Pekalongan, Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan serta ratusan peserta dari berbagai kalangan. Hadir pula sebagai pembicaya yakni Abdul Aziz W, M. Syafi Alielha, Keynote Speech dari Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan Drs. KH. Muslikh Hudlori, M.Si serta dimoderatori oleh Hasan Basri Marwah dari Divisi Pengembangan Warisan Budaya, Arkeologi dan Sejarah Nusantara Lesbumi PBNU.

Ketua Lesbumi Kabupaten Pekalongan Eko Ahmadi mengatakan, bedah buku ini adalah salah satu bagian dari Lesbumi Kabupaten Pekalongan untuk membangun wacana literasi, khususnya bagi anak muda NU agar dapat melihat dan mencatat sejarah masa lalu. “Buku menjerat gusdur ini, cukup menjadi catatan. NU akan mau memaafkan siapapun, akan tetapi kita juga akan mencatat siapapun yang bersentuhan dengan NU,” kata pria yang akrab disapa Gus Eko ini.

Dijelaskanya, bedah buku ini merupakan rangkaian kegiatan peringatan Harlah Lesbumi yang akan jatuh pada 28 Maret memndatang. ”setelah ini, juga ada kemah budaya, yang bertempat di Wisata Alam Kecamatan Talun yang juga akan diisi materi tentang sinematografi. Semoga nanti dapat menghasilkan karya-karya yang membanggakan dari para pemuda,” ujarnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan Drs. KH. Muslikh Hudlori, M.Si. menurutnya  dari kegiatan bedah buku ini, akan dibedah cakrawala dan wacana tentang satu sosok kyai yang berasal dari NU. “namun saya yakin kyai-kyai baik di tingkat Kabupaten sampai tingkat Nasional juga mengalami itu, tentunya dengan kapasitas dan intensitas yang berbeda. Oleh karena itu dengan bedah buku ini bisa terbuka pemikiranya tentang posisi jamiyah NU di tengah-tengah bangsa Indonesia,” tuturnya.

Melalui bedah buku ini, lanjut Kyai Muslikh, para peserta juga akan tahu sejauh mana sumbangan Nu bagi bangsa serta sejauhmana NU membangun keamanan dan ketentraman bangsa ini. “semoga dengan adanya bedah buku ini, para pemuda bisa menata diri dan mengambil manfaat dari sejarah masa lalu,” paparnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here