Aparatiur Sipil Negara (ASN) yang ikut terlibat menjadi penyelenggara pemilu pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan tahun 2020 dihimbau untuk lebih menjaga netralitas.

Demikian disampaikan oleh Bupati Pekalongan usai memberikan sambutan pada Pelantikan dan penandatanganan pakta integritas sekretariat PPK Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati 2020, Sabtu (7/20/2020) di Aula KPU Kabupaten Pekalongan.

“menurut regulasinya, satu sisi ASN ada yang ikut dalam sekretariat PPK, sehingga netralitasnya harus betul-betul menjadi taruhan, jika tidak maka itu akan merusak sistem, karena itu ada di dalam sistem secara integral dalam proses pemilihan bupati dan wakil bupati,” kata Bupati.

Bagi ASN yang tidak ada di dalam sistem pun diminta untuk tetap netral, sesuai dengan undang-undang-undang ASN. Yang  paling penting lagi, kata Asip, ayo jadikan Pilkada ini sebagai sarana untuk berdemokrasi yang sehat dan jangan sampai soliditas sosial dan kohesivitas masyarakat menjadi terganggu. “kita juga punya pengalaman mengikuti berbagai pemilihan, nanti siapapun yang mencalonkan diri dan siapapun yang terpilih kita sikapi biasa saja,” terangnya

Proses demokratisasi di Kabupaten Pekalongan, lanjutnya, harus berjalan dengan baik, karena akan mencerminkan kualitas sumber daya manusia kita. Kalau kualitas demokrasi kita baik, maka kita akan dipercaya orang lain. Terutama dengan pihak-pihak selama ini dengan menjalin kerja sama untuk melakukan investasi. “pilkada ini merupakan replikasi dari sistem demokrasi nasional nasional. Saya minta dukungan dari seluruh pihak dan dari tokoh-tokoh masyaraka, agar proses ini berjalan dengan sukses dan aman serta menyenangkan seperti tema pada yang diusung pada Pilkada kali ini,” ujarnya.

Sementara itu, Komisioner KPU Kabupaten Pekalongan M. Ahsin Hana mengatakan, pada kegiatan tersebut telah dilantik tiga orang sekretariat dari masing-masing kecamatan yang ada di Kabupaten Pekalongan. “mereka ini awalnya diusulkan oleh PPK kecamatan, kemudian dibawa ke Bupati untuk SK persetujuan dan kemudian ditetapkan oleh KPU Kabupaten Pekalongan,” paparnya.

Tiga orang tersebut, lanjut Ahsin, terdiri dari 1 orang sekretrais, satu orang staf teknis dan staf tata usaha, keuangan dan logistik yang merangkap sebagai bendahara umum. “semua sekretariat adalah ASN dari masing-masing kecamatan, diantaranya sekretars dijabat oleh Sekcam. SK mereka ditandatangani pada tanggal 6 Maret dan mulai aktif bekerja pada tanggal 7 Maret,” jelas Ahsin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here