Bawaslu Kabupaten Pekalongan memperpanjang masa pendaftaran dan penerimaan berkas Panwaslu Desa/Kelurahan (PDK) dimulai 27 Februari hingga 4 Maret 2020. Perpanjangan pendaftaran ini untuk memberi kesempatan masyarakat berpartisipasi menjadi pengawas pemilu di tingkat desa/kelurahan.


Koordinator Divisi Organisasi dan SDM Bawaslu Kabupaten Pekalongan, Nur Anis Kurlia, mengatakan sesuai petunjuk teknis (juknis) perihal Pembentukan PPDK Pilkada 2020, setiap desa/Kelurahan minimal ada dua pendaftar. Kuota ini dimaksudkan agar ada kompetisi sehat dalam seleksi Panwaslu Desa. Namun hingga pendaftaran ditutup pada Sabtu (22/2) sore kemarin, masih ada sejumlah desa yang belum bisa memenuhi kuota minimal dua. 

“Sesuai aturan, Kami memperpanjang masa pendaftaran Panwaslu Desa hanya untuk desa yang belum memenuhi kuota saja,” kata Anis.

Perpanjangan pendaftaran Panwaslu Desa di Kabupaten Pekalongan hampir merata di seluruh kecamatan. Ini didasarkan pada rekapitulasi pendaftar (22/2) yang diterima dari laporan Panwascam di Kabupaten Pekalongan. Dari 285 desa di Kabupaten Pekalongan, tercatat mereka yang sudah mengembalikan berkas pendaftaran  ada 571 orang tersebar di 270 desa, jadi masih ada 15 desa yang belum ada pelamarnya. Sementara jumlah desa yang sudah menenuhi kuota pendaftar, dua orang per desa ada 198 desa.

Sehubungan dengan minimnya pendaftar Panwaslu di tingkat desa di beberapa desa di Kabupaten Pekalongan, maka Bawaslu Pekalongan menginstruksikan Panwascam untuk memperpanjang masa pendaftaran. Desa/Kelurahan yang belum memenuhi kuota dan diperpanjang pendaftarannya ada 85 desa tersebar di 15 kecamatan.

Anis menjelaskan alasan yang melatarbelakangi mengapa panwaslu desa untuk Pilkada 2020 ini sepi peminat bahwa ada persyaratan pendaftaran yang menjadi kendala masyarakat Pekalongan untuk jadi Panwaslu Desa/Kelurahan, 

“Berdasarkan supervisi yang kami lakukan di Panwascam, banyak dari masyarakat yang ingin mendaftar, namun karena ada syarat usia minimal 25 tahun di saat pendaftaran sehingga membuat calon pendaftar kurang dari 25 tahun mengundurkan diri”.
Terlepas dari persyaratan usia 25 tahun untuk mendaftar jadi Panwaslu Desa, ada beberapa desa yang malah kebanjiran peminat 5 sampai dengan 6 pendaftar seperti Desa Werdi (Paninggaran), Sidomulyo (Lebakbarang), Kwasen (KEsesi), Kepatihan (WIradesa), dan Bebel (Wonokerto). 

“Dengan adanya tambahan waktu pendaftaran ini diharapkan kepada masyarakat Pekalongan untuk memanfaatkannya dengan mendaftar di kantor Panwascam setempat dengan membawa berkas persyaratan mulai 27 Februati sampai dengan 4 Maret 2020 Pukul 16.00,” imbuh Anis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here