Curah hujan tinggi yang terjadi Rabu (19/2/2020) menyebabkan air meluap dari saluran drainase dan sungai sehingga menyebabkan banjir di sejumlah wilayah di Kabupaten Pekalongan Kamis (20/2/2020). Menurut catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan total ada 2.320 Rumah dan 3.576 terdampak genangan air tersebut.

Wilayah yang tergenang banjir meliputi, Kecamatan Siwalan yakni Desa Mejasem, Desa Tengengwetan, Desa Sipait. Kecamatan Tirto ada di Desa Desa Pucung, Desa, Desa Pacar Tirto. Kecamatan Wiradesa di Kelurahan Bener. Kecamatan Tirto ada di Desa Karangjompo, dan Desa Tegaldowo tirto. Adapun ketinggian genangan air di desa- desa tersebut antara 20 – 90 cm. Khusus Desa Pacar Tirto banjir yang melanda daerah tersebut menyebabkan 240 orang harus mengungsi di Masjid Dupantek.

Kepala Desa Pacar Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan Mulyono mengatakan, hujan deras membuat 4 (empat) RT di desanya yakni RT 2 hingga RT 6 Desa Pacar Kecamatan Tirto tergenang banjir.

“Jumlah rumah yang terendam sekitar 450 rumah dengan rata-rata ketinggian banjir 50 hingga 80 senti meter. Para korban banjir sebagian besar mengungsi di Masjid Pabrik Dupantex, dan ada juga yang enggan mengungsi khususnya para suami karena menunggui rumahnya dan mengantisipasi apabila nanti air tambah tinggi biar bisa menyelamatkan harta benda. Musibah banjir ini, sering terjadi di desa kami. Terakhir 4 hari yang lalu juga banjir, dan hari ini terulang kembali,” katanya.

Dirinya berharap, pemerintah segera merealisasikan normalisasi Sungai Meduri dan membuat drainase yang ada di wilayah Kecamatan Tirto khususnya mulai dari Desa Ngaliyan sampai Desa Pacar.

“Perlu pula dibuatkan rumah pompa untuk membuang airnya ke Sungai Sengkarang maupun Sungai Meduri. Untuk logistik bagi pengungsi, alhamdulillah sudah langsung tersedia oleh Pemkab Pekalongan,” tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here