Kemajuan Kabupaten Banyuwangi di Provinsi Jawa Timur, yang merupakan salah satu daerah terluas di Pulau Jawa, menarik perhatian Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah, untuk belajar, karena kemajuan pembangunannya dapat dilangsungkan secara cepat, dan menuai kemakmuran masyarakat.

Kunjungan kerja Pemkab Pekalongan di Bumi Blambangan dipimpin langsung Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si, didampingi istri Ny. Munafah dan beberapa Kepala OPD terkait. Dan diterima langsung oleh Bupati Banyuwangi H. Abdullah Azwar Annas beserta para Kepala OPD terkait, di rumah dinas Bupati Banyuwangi, Kamis (13/2/2020) malam.

Kemajuan Kabupaten Banyuwangi dibawah kepemimpinan petahana, Abdullah Azwar Anas, SPd, SS,  M.Si, sejak dilantik periode pertama Oktober 2010, pada 100 hari pertama berhasil mewujudkan bandara dan beroperasional.

Hal itu diakui Azwar Anas, dengan proses cukup cepat, disaat daerah-daerah lain, masih dalam proses merintis bandara. Kemudian pada periode kedua sekarang ini, Bupati Banyuwangi, berhasil menarik perhatian publik karena kehebatannya dalam mengelola pelayanan publik secara baik, dan mendirikan Pasar Pelayanan Publik.

“Mulai dari bandara prosesnya cukup cepat, karena dalam 100 hari kerja saya sudah langsung berhasil dioperasionalkan, kemudian untuk Pasar Pelayanan Publik juga mampu membantu masyarakat dalam pengurusan dokumen secara cepat, dan tanpa birokrasi berbelit, seperti paspor dan sebagainya,” katanya.

Meski merupakan daerah berkembang dan menjadi perhatian pariwisata nasional, tapi Banyuwangi tetap mempertahankan aspek wilayah hijau dengan menjaga keberadaan sawah tetap hijau, pengelolaan kawasan hutan untuk pariwisata, pegunungan dan pantai.

“Sehingga di sini tidak perlu menggunakan AC, karena udaranya sudah sejuk. Sedangkan kantung kemiskinan di Banyuwangi terletak di pingiran hutan, namun sekarang ekonomi sudah terangkat sejak bergeliatnya pariwisata yang dikelola di kawasan hutan, dengan tetap menjaga keasrian hutan,” tandas Azwar Anas.

Kemudian keberadaan hotel untuk mendukung pariwisata dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, di daerah tersebut memberlakukan hotel bintang tiga ke atas. Sedangkan di bawahnya dikelola masyarakat dengan bentuk homestay.

“Sekarang sudah ada sekitar 600 an homestay dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Sektor pariwisata juga mengangkat batik di Banyuwangi, sehingga perajin terus bertambah, dan gerai batik berkembang pesat,” ungkap Bupati Banyuwangi.

Pada kesempatan itu Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH., MSi mengaku cukup tercengang dengan kepesatan pembangunan di Banyuwangi, dan mengharapkan pembangunan di Kabupaten Pekalongan juga dapat meningkat pesat juga.

“Karena itu kita belajar di sini, agar bisa mencontoh pola pembangunan di Banyuwangi, pembangunan berkembang, ekonomi masyarakat meningkat dan kelestarian alam terjaga secara baik. Karena kultur dari Banyuwangi dan Kabupaten Pekalongan cukup sama, ada gunung, hutan, pantai dan sawah yang masih terhampar luas,” tandas Bupati Asip.

Kemudian pihaknya juga mengharapkan bisa melakukan kolaborasi tentang batik, agar bisa menjadi karya seni luar biasa, dengan keunggulan batik Pekalongan yang kaya warna, flora dan fauna serta karakter yang dinamis.

Karena Kabupaten Pekalongan merupakan pemasok batik terbesar, kemudian disusul Jogja dan Solo, serta Cirebon.  “Dari sinilah kita ingin belajar banyak dari Banyuwangi, dengan karakter yang sama, saya ingin Kabupaten Pekalongan pembangunannya juga pesat, dan kesejahteraan masyarakat meningkat,” ungkapnya.

Orang nomor satu di Kabupaten Pekalongan itu juga mengaku pelayanan publik di daerah yang dipimpinnya bisa meniru Banyuwangi, memudahkan masyarakat dan tidak menyulitkan. Kemudian semua desa di Banyuwangi sudah menggunakan sambungan fiber optik, sehingga mendukung peningkatan pelayanan sampai tingkat desa.(didik/dinkominfo kab.pekalongan) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here