Pemerintah Kabupaten Pekalongan tengah meningkatkan pelayanan pendidikan yang setara. Dengan itu, nantinya sudah tidak ada lagi perbedaan yang mencolok atau disparitas fasilitas pendidikan antara wilayah bawah dengan wilayah atas. Tapi hal ini butuh waktu, butuh komitmen yang jelas dan visi yang sama.

Demikian disampaikan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat menghadiri dan membuka Konferensi Kabupaten PGRI Kabupaten Pekalongan tahun 2020 di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kajen, Minggu (1/2/2020). Dalam kesempatan tersebut hadir Ketua PGRI Jawa Tengah Muhdi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebuadayaan Kabupaten Pekalongan Sumarwati dan segenap Anggota PGRI Kabupaten Pekalongan.

Bupati menuturkan, saat ini anggota PGRI Kabupaten Pekalongan lebih dari 4 ribu guru dan mempunyai komitmen bersama-sama dengan Pemkab Pekalongan untuk memajukan dunia pendidikan baik di tingkat SD/MI maupun SMP/MTs. “Kalo dilihat dari sistem rangking, di tingkat Provinsi Jawa Tengah, kualitas pendidikan di Kabupaten Pekalongan masih di kelas tengah. Untuk itu akan kita dorong agar menjadi 10 besar baik di kualitas SD maupun SMP. Hal ini membutuhkan kerjasama yang serius, yang betul betul diaplikasikan,” katanya.

Dijelaskan Asip, Siapapun nanti yang terpilih menjadi Ketua PGRI Kabupaten Pekalongan 2020-2025 tentu akan segera melakukan program-programnya yang antara lain bagaimana kesejahteraan guru terutama wiyata bakti, guru honorer pada tahun 2020 kita sudah memberikan insentif walaupun tidak banyak yakni Rp 550 ribu per bulan tiap guru yang dulunya belum pernah ada. “Hal ini terjadi baru zaman kita saja. Untuk itu kita  terus menerus menunggu regulasi dari Pemerintah pusat, saya kira PGRI punya komitmen untuk bersama-sama dengan Pemkab Pekalongan untuk memajukan pendidikan dengan segala peluang dan tantangannya,” ujarnya.

Jumlah penerima kesejahteraan utk guru wiyata bhakti sendiri, tambah Asip, ada 1913 guru yang menerima insentif Rp 550.000 per bulan.  Sedangkan insentif guru swasta  guru PAUD Formal (TK/RA)  dan Informal  SD/MI,  SMP/MTS, dibawah kemenag dan dindikbud se jumlah  3857 Guru dengan insentif Rp 250 000 per bulan. “Sedangkan tambahan transport untuk guru guru negeri daerah atas, seperti Kecamatan Petungkriyono, Lebakbarang, Kandangserang dan Paninggaran untuk Gol IV  Rp 300.000 per bulan sedang untuk Gol III dan II  Rp 200.000 perbulan,” paparnya.

Sementara itu, Ketua PGRI Jawa Tengah Muhdi menambahakan konferensi PGRI ini untuk memilih pengurus baru yang hendak menakhodai organisasi. Dan tujuan PGRI sejak kelahirannya adalah mempertahankan NKRI, memajukan pendidikan dan memuliakan guru serta menolong kesulitan guru. “menghadapi era sekarang ini maka generasi harus unggul, dan memiliki kompetensi. Kompeten akan dicapai melalui guru kapabel dan kompeten pula,” katanya.

Konferensi Kabupaten PGRI Kabupaten Pekalongan tahun 2020 terpilih kembali Rejo Herbeno sebagai Ketua PGRI Kabupaten Pekalongan untuk periode 2020-2025.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here