Ribuan pengunjung memadati pengajian umum dalam rangka Haul Kyai Mohammad Arshal atau Wali Mbah Gendon ke-61 di Dusun Bantul Desa Kesesi Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan, Minggu (26/1/2020) pagi.

Tampak diantara ribuan pengunjung, antara lain Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si, Camat Kesesi Adjid Suryo Pratondo,S.STP.M.Si., beserta Muspika, Kepala Desa Kesesi Januar Ismanto dan Ketua MWC NU Kecamatan Kesesi H. Rusnoto yang menghadiri haul tersebut.

Adapun susunan acara haul yakni pra acara dengan istighotsah singkat, pembacaan Qalam Illahi oleh Ustadz Aminuddin dari Pekalongan, sholawat dan tahlil umum. Dilanjutkan dengan prakata panitia yang disampaikan H. Sohidin, S.Pd.i, sambutan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, S.H., M.Si. dan diakhiri dengan penampaian mauidhotul khasanah oleh KH. Abu Syahmah dari Pemalang yang sekaligus memimpin doa penutup serangkaian acara haul pada hari itu.

Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, S.H., M.Si. dalam sambutannya antara lain mengungkapkan bahwasannya haul ini sudah berjalan sejak 61 tahun yang lalu. “Tahun 1947 ketika agresi militer Belanda, kaum ulama di Kranji Kedungwuni termasuk ayah saya Kyai Anwar Amin diancam oleh Belanda dan apabila masih mempertahankan Kranji maka Kranji akan dibakar. Kemudian para kyai Kranji minta petunjuk dari Mbah Gendon. Dan Mbah Gendon menyarankan untuk mengungsi ke selatan. Kemudian kyai Kranji mengungsi ke Kalibening Banjarnegara,” ungkap Bupati.

Diceritakan Bupati, Mbah Gendon atau Kyai Kyai Mohammad Arshal semasa hidupnya tidak banyak bicara tetapi berbicara yang penting-penting saja. “Intinya kita harus hati-hati dalam menggunakan lisan kita. Jaman milenial seperti sekarang ini lisan kita digantikan dengan jari, maka berhati-hatilah dalam menggunakan jari kita. Kita harus berhati-hati dalam menggunkan media sososial,” ujar Bupati.

“Yang terpenting, melalui Haul ini saya mengajak seluruh warga Kabupaten Pekalongan untuk mendidik anak-anak kita dan jangan lupa pendidikan yang utama adalah pendidikan agamanya. Saya ajak seluruh warga masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk mengaji agar selamat dunia dan akhirat,” ajak Bupati.

“Dan saya sampaikan ucapan terima kasih kepada semuanya yang tetap mempertahankan haul ini. Acara haul seperti hari ini harus tetap kita pertahankan dan harus dijaga, jangan sampai dihilangkan. Semoga acara haul ini manfaatnya bisa kita rasakan bersama,” imbuhnya.

Dalam kesempatan haul tersebut, dihadapan para pengunjung Bupati menyampaikan tahun ini rumah sakit umum Kesesi sudah bisa dimanfaatkan dan digunakan. Menurutnya, tahun ini rumah sakit umum Kesesi juga mendapatkan dana lagi untuk pembangunan yang kedua. “Silahkan bagi warga Kesesi dan sekitarnya apabila sakit bisa memanfaatkan rumah sakit umum Kesesi karena jaraknya lebih dekat. Dan kami mohon doa dan dukungannya agar cita-cita kami dalam membangun rumah sakit umum Kesesi tahap kedua bisa terwujud,” katanya.

Sementara itu KH. Abu Syahmah dalam mauidhoh khasanahnya menyampaikan jangan lupa bahwa kita semua menghadiri pengajian umum ini dengan harapan mendapatkan barokah dari Allah SWT. Menurutnya, amal yang kita bawa ke alam kubur adalah amal jariyah, ilmu yang bermanfaat dan doa anak yang sholeh.

Kyai asal Ulujami Pemalang tersebut mengajak para pengunjung agar jangan sampai meninggalkan sholat 5 waktu dan senantiasa membaca sholawat dalam setiap kesempatan agar kita selamat dunia dan akhirat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here