Tim Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) melakukan tes urin kepada 55 pegawai Pengadilan Negeri ( PN ) Kabupaten Pekalongan. kegiatan tersebut dilakukan oleh kesbanglinmaspol bersama Dinas Kesehatan kabupaten Pekalongan di Pengadilan Negeri ( PN ) kabupaten Pekalongan.

“Tim Penanggulangan narkoba memang diudang oleh ketua PN untuk melakukan tes narkoba di lingkungan PN. Harapan saya mudah mudahan hal yang semacam ini tidak hanya dilakukan di PN saja, saya instropeksi juga di lingkungan kabupaten sendiri juga sudah lama tidak melakukan tes seperti ini. Mudah mudahan hal seperti ini bisa dirutinkan “, ucap wakil bupati Pekalongan Ir. Arini Harimurti saat meninjau kegiatan tersebut.

Untuk lingkungan kabupaten sendiri menurut Arini nanti tidak semua. “ Nanti kita pilih. Mana yang memungkinkan , yang punya resiko tertinggi itu yang mana. Nanti akan secara bertahap kita lakukan pemeriksaan seperti ini”, terang Arini.

Harapannya , para petugas, ASN bersih terbebas dari narkoba.

Menurut Arini , hal ini menjadi semacam pemantik bagi organisasi lain. “Memang selama ini kita sudah menfasilitasi tetapi hanya pada event-event terentu saja. Misal kemarin pada hari anti narkoba kita lakukan juga, tetapi belum secara rutin bagi OPD OPD maupun sekretariat Nanti Kita kaji dulu mana yang paling beresiko. Untuk waktunya, kita bicarakan dulu, kita petakan dulu karena pendanaan kita juga ada keterbatasan”, imbuhnya.

Menurut Sutaji Ketua 1B Pengadilan Negeri (PN) , Tes urin ini diikuti 55 orang mulai dari ketua pengadilan sampai pegawai honorer.

“Adapun tujuannya adalah bentuk pertanggungjawaban kami terhadap masyarakat karena kami adalah lembaga peradilan yang menangani perkara-perkara narkoba, maka bisa dipastikan bahwa kita memusuhi narkoba”, ujarnya.

Acara Tes urin ini dilakukan di pengadilan setidaknya setahun sekali

Respon para pegawai antusias , mereka datang semua mengikuti tes ini. Acara dilakukan secara mendadak, tidak ada rekayasa.

Sementara itu Sudaryanto selaku pengelola kegiatan pengendalian narkotika psikotropika dari Dinkes kabupaten Pekalongan menjelaskan bahwa total yang diperiksa sebanyak 55 sasaran, namun 5 berhalangan hadir. Secara umum hasilnya negatif, tidak ada indikasi penggunaan zat zat terlarang. “ Adapun 1 positif karena masih minum obat dari resep dokter”, ungkap Sudaryanto.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here