Sebanyak 306 atlet dari 24 kontingen yang berasal dari tujuh Kabupaten dan Kota se-Eks Karesidenan Pekalongan di tambah eksibishi dari Kabupaten Magelang dan Banjarnegara mengikuti Kejuaraan Pencak Silat SH Terate Cup II Piala Bupati Pekalongan tingkat Eks Karesidenan Pekalongan tahun 2020.

Kegiatan tersebut berlangsung selama 3 hari dari tanggal 24 hingga 26 Januari 2020 di Gedung Pertemuan Umum Kajen Kabupaten Pekalongan dan dibuka langsung oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi dan dihadiri  Kapolres Pekalongan diwakili Kasat Intelkam Polres Pekalongan AKP Susilo Kalis Rubiyono, S.H., Dandim 0710 Pekalongan diwakili Danramil Kajen 0710 Pekalongan Kapten Inf. Nurkhan, S.H.,  Asisten 1 Pemerintahan Kabupaten Pekalongan sekaligus Ketua IPSI Kabupaten Pekalongan Totok Budi Mulyanto, S.E., Anggota DPRD Kab. Pekalongan Candra Saputra, Ketua Umum KONI Kabupaten Pekalongan Eko Ahmadi,  Ketua PSHT Terate Madiun Jatim, Ketua PSHT Terate Kabupaten Pekalongan Gozali Arba, Ketua Cabang PSHT Terate se-Eks Karesidenan Pekalongan Mas Khun dan ratusan Kontingen Peserta Kejuaraan.

Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, S.H., M.Si. dalam sambutanya mengatakan, bahwa Pencak silat merupakan olah raga bela diri asli Indonesia, dan Pencak Silat Indonesia telah mendapat pengakuan dari Unesco untuk olah raga tradisional dari Indonesia. “oleh karena itu kalau ada orang Indonesia tidak ikut pencaksilat maka perlu diperhatikan,” katanya.

Selain itu, tambah bupati, Pencak Silat sudah diminati tidak hanya di Indonesia bahkan di manca negara. “ Pencak silat mempunyai jiwa kesatria yang selalu menghargai seniornya dan dapat memberikan manfaat kesehatan bagi semua,” jelasnya.

dirinya berharap kepada KONI Kabupaten Pekalongan untuk selalu membina kepada olah raga pencak silat di Kabupaten Pekalongan agar dapat berprestasi mengharumkan nama Kota Santri. “saya mengucapkan selamat bertanding dan jaga sportifitas dalam bertanding serta semoga dapat memberikan manfaat bagi semua,” pintanya

hal senada juga dikatakan Ketua Umum KONI Kab. Pekalongan Eko Ahmadi, dalam sambutanya dia mengatakan, bahwa pencak silat ditahun 2019 telah mendapat pengakuan dari Unesco. “untuk itu Saya berharap kepada para pendekar agar nanti banyak menciptakan prestasi di Kabupaten Pekalongan,” ujarnya.

Dia menambahkan, KONI Kabupaten Pekalongan akan terus mendukung untuk kemajuan olah raga di Kab. Pekalongan salah satunya pencak silat yang lahir dari Pesantren. “Kami telah MoU dengan Nahdatul Ulama bahwa bagi nanti bagi atlit yang berprestasi akan mendapat beasiswa untuk meneruskan pendidikan yang lebih tinggi,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here