Kecamatan Petungkriyono merupakan salah satu wilayah yang memiliki tempat atau objek wisata terbanyak di Kabupaten Pekalongan. Di antara lokasi tersebut, masih ada yang masih perlu pantauan khusus supaya bisa menjadi destinasi wisata unggulan baru di Kota Santri yakni Telaga Sigebyar Mangunan yang berada di Desa Tlogohendro. 

Tempat itu cukup eksotik dengan pemandangan alam yang sangat bagus dan berada di daerah pegunungan sehingga hanya cukup sejuk.

”Tempat ini cukup sunyi dan sangat cocok untuk bertafakur,  menikmati karunia dari Allah SWT,” ujar Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si., saat meninjau telaga tersebut, Minggu (19/1/2020). 

Karena masih perlu adanya tambahan agar lokasi ini lebih bagus lagi maka saat ini kawasan Telaga Sigebyar Mangunan masih dalam tahap revitalisasi. Di sekitar telaga, tepatnya di tengah-tengah, terdapat cukup banyak gambut sehingga perlu dikeruk. 

“Hingga sekarang, proses pengerukan sekitar 60 persen dan untuk mempercepat kegiatan itu perlu adanya peralatan tambahan dan Pemkab akan menyediakannya,” terang Bupati. 

Dijelaskan Bupati, agar pelaksanaan perbaikan cepat selesai, maka untuk sementara ini di kawasan telaga ditutup. Nanti kalau sudah selesai dan kondisinya jauh lebih bagus lagi maka akan segera dibuka. 

Bupati yakin, telaga itu bisa menjadi destinasi wisata unggulan di wilayah kerjanya dan bakal bisa menarik masyarakat luar kota maupun wisatawan untuk mengunjunginya.

Sebelumnya, sudah cukup lama Pemkab Pekalongan menghibahkan tanah agar dibuat pendopo. Paling tidak, dengan adanya tempat itu juga membuat suasana di Telaga Sigebyar Mangunan semakin apik dan diminati pengunjung.

Sementara itu, Kasi Pemasaran Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Pekalongan, Dody Purwanto membenarkan belum lama ini Bupati Pekalongan meninjau untuk melihat perkembangan lebih lanjut telaga yang berada di Kecamatan Petungkriyono. 

Saat musim kemarau, air di telaga memang sempat berkurang atau mengering dan pada saat itu muncul gambut di tengah telaga. Sekarang, air di lokasi itu sudah cukup banyak, namun gambut yang merupakan tumpukan dari tumbuh-tumbuhan masih tetap ada.

”Keberadaan gambut ini cukup menganggu pemandangan sehingga perlu adanya pengerukan. Sudah dilakukan beberapa kali pengerukan dan sampai sekarang realisasinya sekitar 60 persen, ” tandasnya.

Jika sudah selesai revitalisasi, maka Telaga Sigebyar Mangunan bisa menjadi pilihan wisata bagi wisatawan yang datang ke Petungkriyono. Selama ini, ada beberapa destinasi serupa yang sudah banyak dikunjungi masyarakat lokal maupun luar kota seperti Curug Sibedug, Curug Lawe, Welo Asri, Black Canyon, Curug Bajing, dan tempat berkemah.

Kemudian sekarang juga terdapat kafe Kopi yang diharapkan menjadi lokasi peristirahatan para pengunjung setelah melihat-lihat sejumlah destinasi wisata di Petungkriyono. Selain menikmati kehangatan kopi setempat, pengunjung juga bisa mengabadikannya dengan selfi atau mengambil gambar pemandangan sekitar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here