Belum lama ini, jembatan jambu atau sering disebut jembatan  ”begal” di Desa Kalijoyo, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan mengalami longsor. Padahal, jembatan itu fungsinya sangat fital karena menghubungkan Kecamatan Kajen dengan Kecamatan Kandangserang. Namun karena kondisinya yang tidak memungkinkan, akhirnya akses jalan untuk sementara ditutup, khususnya untuk kendaraan roda empat atau lebih.


Melihat kondisi salah satu daerahnya mengalami longsor, Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si bersama sejumlah pejabat lainnya langsung menyempatkan waktunya menuju ke Jembatan Jambu, Jumat siang (17/1/2020). 
Setelah menyaksikan dan mamantau sendiri di lokasi kejadian, Bupati meminta agar segera dilakukan perbaikan jembatan dan maksimal waktunya tiga minggu lamanya.”Paling lama tiga minggu kita akan kembalikan fungsi jembatan ini seperti sedia kala,” tandasnya.
Pemkab bakal menyiapkan anggaran melalui dana tak terduga supaya secepatpun mungkin perbaikan jembatan selesai. Masalahnya, jalan ini sangat fital karena masyarakat yang ada di Kajen maupun sebaliknya, Kandangserang yang naik mobil tidak bisa melintas. 


Sambil menunggu perbaikan, Bupati meminta kepada seluruh jajaran yang terkait dengan kondisi tersebut agar menyiapkan jalur alternatif, terutama kendaraan roda empat. Meski harus memutar, yang penting akses jalannya tetap lancar sampai perbaikan jembatan jambu selesai.
“Imbas dari longsornya jembatan itu memang cukup besar yakni menghambat roda perekonomian masyarakat sekitar. Makanya perlu adanya jalur alternatif yang menghubungkan kedua kecamatan yang ada di Kabupaten Pekalongan. Kemudian untuk kendaraan besar, seperti truk supaya tidak melintas di jalur alternatif dan dirinya sudah berkoordinasi supaya menutup jalan bagi kendaraan jenis itu,” ujar Bupati. 


Selanjutnya dijelaskan, selama bulan Januari, kekhawatiran terjadinya bencana di Kabupaten Pekalongan memang cukup tinggi. Selain di Jembatan Jambu, juga ada beberapa titik atau lokasi yang mengalami hal serupa. Kemudian bencana banjir, khususnya di wilayah utara, meski skalanya masih kecil atau genangan airnya belum terlalu tinggi, namun masih ada terjadi.


Walau begitu, dengan kesiapan dan dukungan dari semua pihak, insya allah Pemkab Pekalongan berusaha menanganinya dengan baik. Hal itu sudah dilakukannya, masyarakat perangkat desa, maupun dari jajaran TNI dan Polri bekerjasama membantu warga yang terkena longsor.
”Semua hal yang ada kaitannya dengan becana alam, seperti longsor dan banjir akan segera diperbaiki,” tegasnya.
Ada fase atau tahapan yang namanya rehabilitasi rekontruksi, tapi sampai sekarang skalanya masih kecil atau lokal. Mumpung belum terlambat, Bupati menyampaikan di bulan januari, musim hujan belum berakhir sehingga masyarakat harus waspada. Kemudian Pemkab dan isntansi terkait juga sudah on call dan siap siaga guna mengantisipasi datangnya bencana alam secara tiba-tiba atau mendadak. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here