Terkait dengan peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk meningkatkan kewaspadaaan bencana, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pekalongan menggelar Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Bencana sekaligus lepas sambut Kepala Unit Donor Darah PMI Kabupaten Pekalongan, Kamis (16/1/2019) di Rumah Dinas Jabatan Wakil Bupati Pekalongan.

Ketua PMI Kabupaten Pekalongan, Arini harimurti mengatakan, dalam penanganan bencana, PMI tidak bisa bekerja sendirian, oleh karena itu perlu koordinasi dengan pihak-pihak terkait. “dengan rakor ini kita tahu cara penanganan bencana dan juga tahu apa yang harus kita lakukan untuk mencegah bencana terjadi. Selain itu juga setelah bencana terjadi kita tahu SOP nya, sehingga kita bisa memperlakukan korban dengan benar” kata Arini yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Pekalongan.

Dijelaskannya, rakor ini bukan menanti bencana, akan tetapi lebih pada peningkata kewaspadanaan, seperti bagaimana mencegah bajir dengan tidak membuang sampah sembarangan, dan mencegah longsor dengan cara menanam pohon. “dengan berkoordinasi diharapkan semua pihak dapat menjalankan tugasnya dengan baik, dan jika terjadi bencana maka diharapkan evakuasi berjalan dengan benar,” terangnya.

Arini menambahkan, untuk titik-titik rawan bencana sudah disampaikan oleh BPBD, baik rawan longsor, banjir maupun puting beliung. “untuk kesiapan menghadapi bencana PMI sudah menginventarisir baik tenaga maupun peralatan untuk membantu mengatasi bencana yang sewaktu-waktu terjadi,” terangnya.

Sementara itu, terkait dengan pergantian Kepala Unit Donor Darah atau UDD PMI Kabupaten Pekalongan, Arini menjelaskan, kepala UDD yang lama yakni dr. Lily Gunawan sudah habis masa tugasnya sehingga lewat hasil seleksi terpilih dr Suryadi sebagai kepala yang baru. “kami mengucapkan terimakasih yang setingi-tingginya kepada dr Lily gunawan yang telah berjasa mengembangkan UDD PMI Kabupaten pekalongan dan semoga dengan kepemimpinan dr Suryadi UDD akan semakin berkembang dan maju,” harapnya.

Menurutnya, kedepan tugas UDD akan semakin berat, karena nantinya darah bukan lagi sebagai pelengkap namun juga sebagai obat. “nantinya komponen dalam darah akan dipisahkan sesuai dengan kebutuhan pasien, sehingga ke depan tugas UDD akan semakin berat, sesuai dengan tuntutan zaman,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here