Kajen – Pimpinan Cabang Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (LESBUMI) Kabupaten Pekalongan beraudiensi dengan Ketua  DPRD Kabupaten Pekalongan, Hj Hindun, di Gedung DPRD Kabupaten Pekalongan, Selasa siang, (07/01/2019) bersama perwakilan OPD dari Dindikbud dan Dinporapar.

Dalam audiensi tersebut,Eko Ahmadi, Ketua Lesbumi Kabupaten Pekalongan meminta Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan,Hj Hindun dapat memberikan perhatian atas belum adanya regulasi tentang Perda atau Perbup Cagar Budaya di Kabupaten Pekalongan, mengingat banyaknya situs dan benda Cagar Budaya di Kabupaten Pekalongan yang hilang dan keberadaan nya memprihatinkan. “Cagar budaya di Kabupaten Pekalongan perlu ada pemutakhiran data sekaligus dilestarikan dan dikelola secara tepat melalui upaya pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan dalam rangka memajukan kebudayaan nasional untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”, terang Eko Ahmadi, Ketua Lesbumi.

Pada kesempatan audiensi itu, Ketua Lesbumi, Eko Ahmadi menyampaikan agar pemerintah daerah membuat regulasi terkait cagar budaya, dan penganggaran untuk pokok pokok pikiran kebudayaan Kabupaten Pekalongan yang telah disusun agar bisa terlaksana dengan baik. “Masih banyak situs dan benda, serta ritus yang menjadi aset budaya Kabupaten Pekalongan yang belum terserap sebagai kekayaan budaya Kabupaten Pekalongan karena belum mendapatkan porsi anggaran seperti bantuan untuk sanggar sanggar seni dan budaya di Kabupaten Pekalongan” tutur Eko Ahmadi.

Diluar itu, Eko Ahmadi menyampaikan kegelisahannya terkait maraknya alih fungsi cagar budaya sebagai ritus peribadatan oleh kelompok tertentu dengan dalih perawatan dan pelestarian cagar budaya.
Sementara itu, Ketua DPRD Jawa Barat, Hj Hindun menyatakan kesiapannya untuk perhatian dan merespon baik apa yang disampaikan oleh Lesbumi PCNU Kabupaten Pekalongan terkait permasalahan cagar budaya dan kebudayaan yang ada di Kabupaten Pekalongan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here