Angka Kriminalitas di Kabupaten Pekalongan pada tahun 2019 mengalami penurunan sebanyak 18 kasus atau 9 persen dari tahun sebelumnya. Dimana pada tahun 2018 angka kriminalitas tercatat sebanyak 206 kasus dan turun menjadi 188 kasus.

Demikian disampaikan Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko pada saat kegiatan Release Akhir Tahun 2019 yang diadakan di Aula Mapolres setempat, Selasa (31/12/2019).

Menurutnya, tahun 2019 lebih kondusif dari tahun 2018 di karenakan personil kepolisian aktif turun ke lapangan dan juga mengadakan sambang desa dan binluh. “dengan seringnya polisi turun ke jalan membuat para pelaku kejahatan berpikir ulang dan takut untuk melakukan tindakan kriminal,” katanya.

Pada tahun 2019, lanjut AKBP Aris, dari 188 kasus yang ada 79 persennya atau 149 kasus dapat diselesaikan oleh Polres Pekalongan. “kasus kriminal yang pertama di dominasi oleh pencurian dengan pemberatan (curat), kemudian narkoba dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Selain itu ada dua kejadian yang menonjol yakni pembunuhan mayat dalam karung di Siwalan dan Pembobolan 15 toko modern yang keduanya berhasil kita ungkap,” jelasnya.

Berbeda dengan kasus kriminalitas, kasus kecelakaan lalu lintas trendnya mengalami kenaikan pada tahun 2019. Dimana pada tahun 2018 angka kecelakaan lalu lintas sebanyak 237 naik 15 kasus pada tahun 2019 menjadi 252 kasus. “pada tahun 2018 korban meninggal 26, korban luka berat 32 dan luka ringan sebanyak 238. Sedangkan untuk 2019, korban meninggal sebanyak 37, korban luka berat 17 dan korban luka ringan 277,” jelasnya.

Untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas, pihaknya akan melakukan berbagai kegiatan diantaranya bekerjasama dengan Dinhub untuk memasang rambu-rambu lalu lintas di tempat yang rawan kecelakaan, memperketat Ujian SIM dan akan sering menggelar operasi karena masih banyak masyarakat yang tidak mengenakan helm saat berkendara. “kami juga menghimbau kepada orang tua untuk tidak memberikan sepeda motor kepada anak yang berusia di bawah 17 tahun, karena angka kecelakaan lalu lintas juga banyak terjadi pada anak di bawah umur,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here