Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Di Kabupaten Pekalongan berjumlah lebih dari 48 ribu usaha, dari jumlah itu, 5 ribu diantaranya bergerak dalam bidang makanan. Untuk itu,

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan terus memantau dan memperhatikan perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya untuk barang dagangan makanan agar berdaya dengan menggandeng beberapa pihak.

Hal ini dibuktikan dengan digelarnya pelatihan kewirausahaan bagi pelaku UMKM kerjasama antara Pemkab dengan PT. Indomaret di Aula Lantai I Setda Kabupaten Pekalongan, Senin (30/12 /2019). Hadir dalam acara itu, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, Wakil Bupati Pekalongan Arini Harimurti, Sekda Mukaromah Syakoer, dan Branch Manajer Indomaret Semarang, Riyanto Budi serta jajarannya. Dalam kesempatan tersebut, Bupati beserta jajaran Direksi Indomaret berkenan meninjau hasil produk-produk UMKM lokal yang diperdagangkan di Indomaret dan diserahkan bantuan gerobak kepada 8 pelaku UMKM (pedagang makanan ringan) asal Kabupaten Pekalongan yang beruntung.

Bupati menjelaskan, bentuk perhatian Pemkab Pekalongan terhadap pelaku UMKM dengan menggandeng sejumlah pihak, salah satunya PT. Indomaret. Dalam hal ini, pihak Indomaret memberikan bantuan berupa delapan gerobak dagangan kepada beberapa pedagang makanan. Sebelumnya, kerjasama seperti itu juga pernah dilakukan oleh Indomaret sehingga sebagai Bupati memberikan apresiasi terhadap pihak tersebut. ”Tapi perlu diingat, gerobak pemberian ini jangan sampai dijual,” kata dia disambut tertawa peserta pelatihan.

Bukan hanya gerobak yang ditawarkan dalam kerjasama tersebut, namun pihak Indomaret juga akan menampung usaha mereka. Dan hal ini, apapun bentuk maupun jenis makanannya, salah satu toko moderen ini siap menerima dan memasarkan hasil produksi warganya. Namun dengan catatan, sebelum dikirim harus sudah memenuhi sejumlah persyaratan seperti diterbitkan oleh pemerintah bahwa makanan itu layak dan halal untuk dikonsumsi.

Kemudian apabila memang sudah diterima, jika ingin lebih meningkat usahanya supaya menjaga kualitas seperti kebersihan maupun kontinuitas. Setelah barangnya laris ternyata barangnya tidak ada atau tidak memproduksi lagi jenis makanan tersebut.

Asip Kholbihi menjelaskan, yang lebih penting lagi adalah pelaku UMKM harus punya niat untuk mengembangkan usahanya. Fungsi pemerintah dalam hal ini terus memfaslitasi mereka, namun jika mereka ”nglokro” atau tidak ingin mengembangkan usahanya maka hal itu menjadi sia-sia. Sekali lagi dia berharap, fasilitas tersebut supaya dimanfaatkan dengan baik sehingga ke depannya akan menjadi sejahtera.

Sementara itu, Branch Manajer Indomaret Semarang, Riyanto Budi menjelaskan bantuan gerobak dagangan ini diberikan agar mereka bisa lebih memperluas maupun meningkatkan usahanya. Kemudian juga diharapkan bisa menjadi mitra Indomaret dalam menjual barang dagangannya.

”Kami siap menampung semua produk dari masyarakat yang ingin memasarkan lewat Indomaret, tapi harus sesuai prosedur,” tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here