Sebagai bentuk kepedulian terhadap umat beragama, Pemerintah Kabupaten Pekalongan memberikan bantuan bagi pembangunan Gedung Gereja Kristen Jawa Purbo di Dukuh Purbo Desa Jolotigo Kecamatan Talun dan juga tanah untuk pemakaman seluas 3.000 meter di Desa Gejlik Kecamatan Kajen.

Demikian disampaikan bupati Asip Kholbihi saat meresmikan Gedung Gereja Kristen Jawa Purbo di Dukuh Purbo Desa Jolotigo Kecamatan Talun Kabupaten Pekalongan, Rabu (25/12 /2019) siang.

Dalam peresmian tersebut dihadiri dandim 0710 Pekalongan, Kepala Kemenag, Ketua FKUB, Asisten 1 dan para Kepala OPD.

Menurut Asip, dalam pembangunan Gereja tersebut pemerintah daerah membantu dari APBD sebanyak 100 juta. “bantuan pemkab tersbeut tidak seberapa, karena seluruh pembangunan ini menghabiskan dana sebesar 1,1 milyar,” katanya.

Selain memberikan bantuan pembangunan gereja, lanjut bupati, Pemkab Pekalongan juga menghibahkan tanah untuk pemakaman warga nasrani, termasuk juga fasilitasnya. “kita hibahkan tanah seluas 3 ribu meter, di dekat makam pahlawan., sehingga bagi warga nasrani tidak perlu khawatir lagi. Dan pemberian ini baru pertama kali di berikan oleh pemkab,” lanjutnya.

Pasca diresmikannya gereja di Dukuh Purbo, bupati berpesan agar gereja tersebut dapat digunakan untuk peribadatan dan sekaligus menjadi sarana untuk memajukan pembangunan setempat.

Selain itu, pihaknya juga menyoroti suasana natal di dukuh purbo dimana warga muslim juga ikut mengamankan jalannya peribadatan warga, pun demikian jika Hari Raya Idul Fitri tiba, warga nasrani disini juga ikut membantu, sehingga tercipta harmoni. “suasana natal 2019 di Kabupaten Pekalongan secara umum aman, dan toleransi warg juga tinggi. Ini wujud kultur asli masyarakat kita. Dan kerukunan ini menjadi modal sosial yang penting untuk pembangunan,” jelasnya.

Sementara pemuka Gereja Kristen Jawa Purbo, Pdt Alfius Sokidi mengatakan, pada awal pembongkaran gereja bekerjasama dengan masyarakat muslim, sehingga pengerjaannya menjadi lebih cepat. “ketika masyarakat muslim membangun masjid kita juga ikut kerja bakti,” katanya.

Dijelaskannya, untuk keanggotaan warga gereja sendiri, sebanyak 282 dewasa dan 79 anak-anak. “GKJ sudah direnovasi 4 kali, dan pada awal berdiri bentuknya seperti masjid, tingkat tiga, seperti gereja di Karangyoso Purworejo,” paparnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here