Dalam rangka mendukung kelancaran perayaan natal dan tahun baru, Bupati Pekalongan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melakukan peninjauan dan evaluasi ketersediaan dan keterjangkauan harga kebutuhan pokok masyarakat di pasar Kajen, SPBE Bojong, dan Gudang Bulog Sub Drive Pekalongan di Bondansari.

Dari hasil peninjauan lapangan, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menegaskan bahwa ketersediaan beras di gudang bulog untuk menjamin kebutuhan selama natal dan tahun baru masih tersedia melimpah, demikian pula ketersediaan LPG 3 kg, dan harga kebutuhan pokok masyarakat relatif  terkendali.

“Harga kebutuhan pokok dari tinjauan di pasar Kajen relatif stabil, meski ada beberapa telah mengalami kenaikan harga seperti minyak goreng kemasan, telor dan cabe keriting. Adapun kenaikannya tersebut masih dalam batas kewajaran,” ucap Abdul Baqi Kabag Perekenomian Setda Kabupaten Pekalongan.

Sedang dari hasil peninjauan di SPBE Bojong, Asrofi Korda LPG Hiswana Migas Kabupaten Pekalongan menyatakan jika persediaan gas subsidi 3 kg sangat mencukupi untuk kebutuhan natal dan tahun baru 2020.

“Kesediaan gas 3 kg, 5,5 kg, dan 12 kg di pangkalan semuanya sudah kita periksa, terlebih bulan Desember  ini ada penambahan stok untuk natal dan tahun baru. Dari tinjauan lapangan hasilnya masih sangat mencukupi, bahkan lebih dari cukup,” ungkap Asrofi.

Untuk kebutuhan pada Bulan Desember ini, lanjut Asrofi, ketersediaan elpiji secara umum lebih dari cukup, termasuk antisipasi adanya natal dan tahun baru 2020. “ketersedian elpiji di Kabupaten Pekalongan dipenuhi oleh toga SPBE, dua di Wiradesa dan satu Di Bojong. Untuk stok kita tambah untuk antisipasi kebutuhan masyarakat yang biasanya cenderang mengalami peningkatan,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here