Sebagai salah satu kabupaten penghasil batik, Kabupaten Pekalongan mendeklarasikan diri sebagai Kota Legenda Batik. Untuk meneguhkan ikon tersebut pemerintah kabupaten terus-menerus menggelar even yang berkaitan dengan batik salah satunya tutur batik.

“tutur batik merupakan acara yang menarasikan tentang batik dan menuturkan sejarah panjang tentang perjalanan panjang sejarah batik, dan ini ikonik sebagai salah satu even bagi pemberdayaan batik di Kota santri,” kata Bupati Pekalongan usai kegiatan tutur batik ke tiga tahun 2019 yang dilaksanakan di Boulevard Rumah Dinas Bupati Pekalongan, Minggu (22/12/2019).

Dalam kegiatan tersebut, kelima pembatik legendari asal Kabupaten Pekalongan diberi penghargaan. Kelima pembatik tersebut yakni, Sutoyo Slamet yang batiknya pernah dipakai ratu Inggris dan diundang ke Inggris, Failasuf dimana batiknya pernah dipakai oleh Presiden dan para menteri, Sapuan dengan batinya yang melegenda dan dengan klasifikasi premium, Liem Ping We batik yang sudah diturunkan dari generasi ke genrasi dan Oey Soe Tjoen batik untuk kalangan atas. “kita berikan penghargaan agar batik-batik tersebut dapat dipertahankan dan bisa diwariskan ke generasi muda, sekaligus mengembangkan batik tersebut sesuai dengan perkembangan jaman,” terangnya.

Pemerintah kabupaten Pekalongan, kata Asip, teru-menerus melakukan upaya yang terorganisir baik menginisiasi kegiatan atau mengedukasi masyarakat dengan mengajarkan batik sedini mungkin. “selain itu perlu adanya kolaborasi antara pemerintah, pengusaha batik dan akademisi, saya yakin dengan kolaborasinya tiga unsur tersebut eksistensi batik Pekalongan akan terus ada utamanya batik tulis yang menjadi ikon batik selain batik cap batik sablon, printing. Selain itu, batik Pekalongaan berbeda dengan daerah lain, karena anti kemapanan dengan warna yang bervariasi, sangat dinamis, buketanya tidak terikat dan beraliran realism,” katanya.

Sementara ketua panitia, Sumarwati mengatakan, tutur batik bertujuan mengedukasi masyarakat terkait dengan sejarah batik khususnya di Kabupaten Pekalongan, dengan mengkolaborasikan antara baik, seni dan budaya. “kita akan kaji masukan tentang dimasukakanya batik menjadi ekstrakulikuler di sekolah, karena itu juga merupakan bagian dari pewarisan batik kepada genersi muda,” terang wanita yang juga Kepala Dindikbud Kabupaten Pekalongan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here