Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, membuka acara Seminar Kesehatan Reproduksi Wanita, di Aula Gedung PCNU Kabupaten Pekalongan di Kedungwuni, Jumat (13/12/2019) siang.

Seminar digelar oleh PC Fatayat NU Kabupaten Pekalongan dalam rangka menyongsong Hari Ibu Tahun 2019. Menghadirkan narasumber Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan Ny. Munafah Asip Kholbihi dan dr. Ida Sulistiyani dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan. Diikuti oleh perwakilan dari Pengurus Cabang hingga Ranting Fatayat NU se Kabupaten Pekalongan.

Bupati dalam sambutannya mengatakan, persoalan besar yang dihadapimasyarakat Kabupaten Pekalongan adalah angka kematian ibu atau AKB. Namun pada tahun ini sampai bulan nopember angkanya berkurang dibanding tahun sebelumnya. “Tahun ini tercatat ada 8 Angka Kematian Ibu, saya berharap mudah-mudaha angkanya sampai disinya saja. Dan saya doakan semoga ibu-ibu yang meninggal khusnul khotimah,” katanya.

Asip menambahkan,disamping mengimplementasi peraturan menteri no 61 tahun 2014, dirinya juga mengajak untuk bersama-sama melaksanakan PP No 97 tahun 2014 dimana tugas pemerintah yakni menjamin kesehatan ibu, mengurangi angka kesakitan dan kematian ibu dan bayi baru lahir, menjamin tercapainya kualitas hidup dan hak- reproduksi. “dan yang terpenting adalah mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi yang bermutu, aman dan bermanfaat sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” terangnya.

Ruang lingkup kesehatan reproduksi, lanjut bupati ada beberapa hal, diantaranya Kesehatan ibu dan bayi lahir baru lahir, keluarga berencana, pencegahan dan penanganan infertilitas, pencegahan dan penanganan keguguran, pencegahan dan penanganan saluran reproduksi dan infeksi penularan seksual dan HIV Aids. “kesehatan seksual, kekerasan seksual, deteksi dini kanker payudara dan kanker serviks, kesehatan reproduksi remaja, kesehatan reproduksi lanjut usia dan pencegahan praktek yang membahayakan,” tambahnya.

Menurut data, lanjut bupati, Pasangan usia subur di Kabupaten Pekalongan ada 183.915 pasangan. Dan jumlah kasus HIV sebanyak 403 kasus menduduki lima besar terbawah di Jawa Tengah dengan 184 penderita perempuan dan 115 adalah ibu rumah tangga. “menurut data pada tahun ini  76 penderita HIV dengan 27 diantaranya adalah wanita dan 25 ibu rumah tangga. Untuk Kanker payudara ada 180, dengan jumlah kematian 14 kasus, kanker servik  leher rahim ada 33 kasus junlah kematian 5 kasus. Pemkab serius dalam menangani penyakit perempuan utamanya kanker serviks, namun kita juga tidak bisa sendiri. Untuk itu kami mengundang semua elemen untuk bersama-sama menurunkan angka penyakit reproduksi wanita di Kabupaten Pekalongan,” ajaknya.  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here