Kecamatan Buaran ditetapkan menjadi kecamatan pertama yang telah ODF (Open Defecation Free) atau Bebas Buang Air Sembarangan dari 19 Kecamatan yang ada di Kabupaten Pekalongan. Piagam Penghargaan diberikan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi kepada Camat Buaran Bapak Tri Adi, Kamis (12/12 /2019) siang.

Sesuai verifikasi Dinkes Kabupaten Pekalongan mengenai Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS), Kecamatan Buaran dengan jumlah KK 11.650, telah 100 persen akses Buang Air Besar ke jamban.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi dalam sambutanya mengatakan, prestasi Kecamatan Buaran sebagai Kecamatan ODF dapat menjadi inspirasi bagi Kecamatan lain di Kabupaten Pekalongan. “Kecamatan Buaran adalah salah satu kecamatan yang terpadat di Kabupaten Pekalongan dan banyak industri dan persoalan lingkungan begitu banyak. Saya bersyukur dan terimakasih kepada camat beserta jajaran yang terus-menerus berikhtiyar mengurangi satu persatu persoalan, dan pada kali ini yang berhasil diselesaikan adalah ODF atau bebas buang air besar,” katanya.

Masih ada beberapa perosalan yang menjadi konsen bersama, yakni, lanjut bupati, adalah persoalan limbah yang mana di salah satu kelurahan yakni Wonoyoso ada 31 usaha wash jins yang perlu dicarikan solusi. “persoalan limbah ini harus selesai sebelum tahun 2021. Kita sudah siapkan teknologi serta IPALnya,” terangnya.

Menurut Asip, membangun kawasan pemukiman di Kecamatan Buaran tidaklah mudah, apalagi menurut data kumuh tahun 2014, Kecamatan Buaran termasuk dari tiga besar Kecamatan di Kabupaten Pekalongan yang masuk dalam kawasan kumuh selain Kecamatan Kedungwuni dan Kecamatan Tirto. “kita berupaya serius agar kawasan kumuh semakin berkurang, hasilnya kabupaten Pekalongan mendapat juara 2 lomba habitat tingkat Provinsi Jateng pada tahun 2018 dan juara ke 3 pada tahun 2019,” ujarnya.

Salah satu persoalan lingkungan Di Kecamatan Buaran, tambah Asip, yang dapat diselesaikan yakni bebas Buang asir Besar Sembarangan padahal Kecamatan Buaran punya tantangan yang paling berat dari Kecamatan yang lain. “saya optimis permasalahan buang air besar di Kabupaten Pekalongan akan segera selesai. Selain di Kecamatan Buarana, Kecamatan Siwalan merupakan yang paling banyak permasalahan buang air besar dengan banyaknya WC atau helikopter di Sungai, namun berangsur-angsur jumlahnya semakin menurun,” paparnya.

Sementara itu, Camat Buaran Tri Adi menuturkan, melalui perjuangan yang panjang, akhirnya Kecamatan Buaran ditetapkan sebagai rangking 1 terbaik tingkat Kabupaten Pekalongan dalam masalah ODF. “kami berterimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu merealisasikan ODF Di Kecamatan Buaran,” katanya.

Menurutnya, dalam merealisasikan ODF ada beberapa kendala dibeberapa desa, diantaranya seperti di Desa Sapugarut, Pakumbulan dan Bligo. “kendalanya diantaranya adalah tanah yang dipakai bukan tanah pribadi, namun dengan adaya bantuan semua pihak termasuk CSR, permasalahan tersebut akhirnya dapat terselesaikan,” tandasnya.

Kegiatan dipusatkan di Pendopo Rumah Dinas Jabatan Bupati Pekalongan. Dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan Ny. Munafah Asip Kholbihi, para Kepala OPD terkait. Dan diikuti seluruh Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan dan Desa/Kelurahan se Kabupaten Pekalongan. Dinas Jabatan Bupati Pekalongan. Dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan Ny. Munafah Asip Kholbihi, para Kepala OPD terkait. Dan diikuti seluruh Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan dan Desa/Kelurahan se Kabupaten Pekalongan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here