Guna meningkatkan pengawasan partisipatif masyarakat dalam pengawasan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan 2020 mendatang. Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pekalongan terus menyelenggarakan sosialisasi, salah satunya melalui acara yang bertajuk Pagelaran Budaya, di Lapangan Desa Kemplong Wiradesa, Sabtu (7/12/2019), dan dihadiri sekitar 500 orang.

Koordinator Divisi Hukum, Data, dan Informasi Bawaslu Kabupaten Pekalongan, Wahyudi Sutrisno mengatakan, Bawaslu Kabupaten Pekalongan tidak hentinya memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang peran serta dan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mengawal pemilihan. Pagelaran ini diselenggarakan bertujuan agar pengawasan dilakukan bersama masyarakat.

“Kita kenalkan masyarakat bahwa pekerjaan Bawaslu sebagai pengawas, tidaklah menyeramkan dan pengawasan partisipatif masyarakat agar lebih optimal dengan melakukan pendekatan lewat budaya,” Ungkapnya.

Melalui pagelaran ini, dirinya berharap, program pengawasan partisipatif masyarakat bisa menjangkau ke semua kalangan, sehingga pengawasan terhadap penyelenggaraan Pemilu maupun Pikada, bisa dilakukan bukan hanya jajaran Bawaslu saja, melainkan masyarakat juga turut andil dalam pengawasan.

“Kami harap melalui pagelaran budaya ini, semua kalangan masyarakat bisa turut andil dalam mengawasi jalannya pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2020 nanti” tandasnya.

Untuk menghibur masyarakat, dalam pagelaran budaya tersebut turut ditampilkan kesenian angklung, musik rampak Pekalongan dan pertunjukan Wayang Kolor atau Wayang dengan Kolaborasi Orjen Tunggal.

Sebelumnya, dalam memberikan sosialisasi serta pendidikan politik kepada masyarakat, Bawaslu Kabupaten Pekalongan juga telah mendeklarasikan tiga desa anti politik uang di Kecamatan Kedungwuni, dan tiga Desa Pengawasan di Kecamatan Kajen. Desa Anti Politik Uang dan Pengawasan ini menjadi Pilot Project Bawaslu Kabupaten Pekalongan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here