Bupati Asip Kholbihi, dengan didampingi Staf Ahli Bupati, Sekretaris Bappeda Litbang, Sekretaris Dindikbud, dan Pejabat Kemenag Kabupaten Pekalongan menerima kunjungan silaturahim Perwakilan Kampus Guru Cikal dan Komunitas Guru Belajar (KGB) untuk menyampaikan gagasan implementasi merdeka belajar di Kabupaten Pekalongan, di Kantor Bupati Pekalongan, siang tadi (9/12/2019)

Rizqy Rahmat Hani dari Kampus Guru Cikal mendampingi para pegiat Komunitas Guru Belajar di Kabupaten Pekalongan diantaranya Muhammad Niamil Hida (Kepsek MI Walisongo Kranji 1), Nunuk Riza Puji (Guru TIK SMA 1 Petungkriyono), Dias Rahmasari (Guru OTKP SMKN 1 Karangdadap), Musyafiah (Guru Bahasa Inggris SMKN 1 Karangdadap), menjelaskan maksud dan tujuannya bertemu Bupati Pekalongan dalam kaitannya meminta dukungan Bupati dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan mendesain sekolah merdeka belajar (SMB) yang saat ini telah digaungkan secara nasional oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Makarim.

“Sebagai langkah awal tentu perlu sosialisasi yang nanti akan disinergikan oleh Dindikbud dan Kemenag Kabupaten Pekalongan, kemudian setelah melalui sosialisasi akan dipilih 5 SD/MI yang dapat dijadikan sebagai “role model” pengembangan sekolah merdeka belajar. Melalui sekolah inilah akan diterapkan modul merdeka belajar yang memungkinkan siswa leluasa berfikir merdeka, menganalisa sesuatu sesuai dengan kemampuannya, dengan berbasis karakter dan kearifan lokal”, ujar Bupati Pekalongan.

Dari hasil evaluasi kegiatan tersebut, nantinya akan dapat dikembangkan lebih lanjut metode keberhasilan merdeka belajar yang akan sangat membantu siswa dalam mengenali lingkungan, memberikan deskripsi dan persepsi tentang beberapa hal melalui penalaran sehat siswa sesuai tantangan jaman yang sedang dihadapi dan mampu menjawab tantangan jaman.

Menurut penuturan Bupati Asip, konsep besar dari “merdeka belajar” yang dicetuskan Mendikbud Nadiem Makarim saat pidato pada peringatan Hari Guru Nasional pada kenyataannya di Pekalongan sudah bukan sekedar dialektika tetapi berada pada tataran implementasi dan praksis yang telah dilaksanakan oleh beberapa sekolah, karena sebagaimana diutarakan Rizqy dari Kampus Guru Cikal selaku pendamping komunitas guru belajar di 145 Kabupaten/Kota se Indonesia, ternyata jumlah terbesar komunitas guru belajar di Indonesia berasal dari Kabupaten Pekalongan. Meski demikian Bupati menegaskan perlu dilihat bagaimana nanti pengembangannya.

Menutup pertemuan tersebut, Bupati menaruh harapan, apresiasi dan penghormatan yang setinggi-tingginya pada para guru yang telah bekerja tanpa pamrih, bekerja menempuh jalan sunyi tanpa mengharapkan penghargaan dan mendukung langkah para talenta muda pendidikan Kabupaten Pekalongan untuk wujudkan Sekolah Merdeka Belajar di Kabupaten Pekalongan.

“Kedepan akan semakin dimasifkan bagi sekolah-sekolah yang para gurunya mempunyai kesadaran untuk menerima perubahan, akan kita dorong, sambil menunggu perubahan kebijakan Mendikbud yang baru terkait pembaharuan bidang pendidikan”, tutur Bupati.

“Kita juga sangat bersyukur karena komunitas guru belajar terbesar di Indonesia ada di Kabupaten Pekalongan. Hal ini merupakan suatu potensi sumber daya manusia yang langka. Pemerintah akan konsen mengembangkan hal tersebut agar semakin berdaya guna, tambah berkualitas, sehingga jumlah guru yang besar hampir 4000 an lebih bisa menjadi guru yang inspiratif, terus menerus memotivasi, memberikan hal terbaik bagi para siswanya, menjadi guru yang memerdekakan dirinya maupun siswanya untuk belajar”, ucap Bupati mengakhiri pembicaraannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here