Berdasarkan data kasus terkini di Kabupaten Pekalongan, epidemi HIV dan Aids di Kabupaten Pekalongan tahun 2005 hingga September 2019 ada sebanyak 394 kasus, dengan rincian HIV 211 kasus, Aids 183 kasus dan meninggal 183 kasus.

“Dari jumlah tersebut, 54 persen merupakan kontribusi kaum laki-laki dan 46 persen kaum perempuan, tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa akan terjadi kenaikan kasus pada kaum perempuan karena adanya relasi seksual antara laki-laki dan perempuan,” kata Wakil Bupati Pekalongan Arini Harimurti dalam acara Seminar dan Talk Show HIV AIDS Kabupaten Pekalongan di Aula Setda Selasa (3/12/2019).

Untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut, dirinya mengajak masyarakat di Kota Santri untuk berperan aktif memerangi penyebaran kasus HIV Aids yang dapat merusak masa depan.

Arini mengatakan, Seminar dan Talk Show HIV Aids ini, memberikan motivasi bagi pemerintah dalam menekan jalannya epidemi HIV dan Aids di Kabupaten Pekalongan, serta mencegah penyebarannya ke masyarakat umum. “kasus terbanyak terdapat pada usia produktif, sehingga mengancam produktivitas dan kualitas SDM. Untuk mencegah hal tidak diinginkan perlu upaya dan peran proaktif dari pemerintah maupun masyarakat dalam mencegah dan menanggulangi HIV dan Aids,” ucapnya.

Dalam upaya penanggulangan HIV dan Aids, Pemerintah Kabupaten Pekalongan telah berhasil menetapkan Perda No. 3 Tahun 2018 tentang Penanggulangan HIV dan AIDS di Kabupaten Pekalongan. “hingga bulan Desember 2019, sudah terbentuk 23 Warga Peduli Aids (WPA) tingkat Desa/Kelurahan di 19 Kecamatan di Kabupaten Pekalongan. Adapun fungsi atau manfaat dari WPA itu sendiri diantaranya adalah meningkatkan pengetahuan tentang HIV pada masyarakat, mencegah terjadinya angka kasus baru, dan menghilangkan stigma serta diskriminasi di masyarakat,” tuturnya.

Hari Aids Sedunia (HAS), lanjut Arini, diperingati setiap tanggal 1 Desember, yang merupakan hasil dari pertemuan Menteri Kesehatan Sedunia pada tahun 1988, ketika mendiskusikan program penanggulangan HIV Aids. “Tujuan ditetapkannya adalah untuk mengingatkan pentingnya peran dan komitmen negara-negara di dunia dalam upaya penanggulangan HIV Aids,” paparnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here