Banyak dari kalangan orang di Indonesia selalu menunggu untuk berburu datangnya musim buah durian. Rasa asli dari si “raja buah” ini tak tertandingi, menjadi alasan buah ini banyak digemari masyarakat.

Sebagian besar orang akan memakan durian secara langsung, tanpa perlu diolah. Namun adapula yang memakan buah durian dengan cara diolah menjadi menu lainnya, seperti es campur, dawet atau pancake durian.

Namun ternyata ada olahan baru durian ini yaitu dengan cara dibakar. Memang terdengar aneh, karena jarang ada, seperti dilakukan warga dukuh Rokom desa Sidoharjo kecamatan Doro kabupaten Pekalongan Jawa Tengah.

Proses pembakaran durian ini bisa dilakukan saat mulai panen raya seperti sekarang ini. Warga menyiapakan kayu bakar dijadikan arang, buah durian yang masak dipohon dipilih yang bagus lalu diletakan dalam bara api.

Proses membakar durian membutuhkan waktu sekitar 30 menit sampai satu jam  atau sampai benar- benar matang. Setelah kulit luarnya terlihat menghitam terbakar api/  buah di dalamnya matang , lalu  bisa dibuka dan dinikmati.  Proses durian dibakar ini bisa meningkatkan rasa manis dan menambah nikmat serta sensasi baru pada buah durian.

Musbihin, tokoh warga Rokom desa Sidoharjo kecamatan Doro, menyebutkan durian bakar ini upaya masyarakat untuk menambah nilai ekonomis buah yang menjadi andalan penghasilan warga desa ini “ Durian bakar menjadi salah satu upaya kami untuk menambah nilai ekonomis buah dari daerah ini . Setiap panen raya bisasanya harga menjadi murah, namun dengan cara dibakar , harga bisa menjadi bagus dan petani bisa untung,” jelas Musbihin, tokoh masyarakat, Selasa (12/11/ 2019).

Disebutkan, harga duian saaat panen raya biasanya murah berkisar rp 30 sampai 50 ribu perbuah. Namun dengan dibakar bisa meningkatkan penghasilan mencapai 50 ribu sampai 100 ribu tergantung jenis dan rasa durainnya.

Durian bisa dinikmati saat mulai panen raya seperti sekarang ini. Namun menu durian bakar tidak setiap hari ada, hanya pada saat akhir pekan dan banyak warga atau wisatawan mencari durian di desa ini .

Jika anda penyuka durian, silahkan bisa mencoba sensasi menikmati ruian bakar ala petani durian Pekalongan ini. Llokasi desa ini berjarak sekitar 30 km dari jalur pantura atau perjalanan sekitar satu jam dengan akses jalan cukup bagus.

Warga dan wisatawan serta penikmat durian bisa langsung ikut membakar dan menikmati sensasi durian bakar ala petani durian Pekalongan ini. Mereka mengaku sangat menikmati dan senang bisa menyantap buah terkenal ini dengan cara baru.

“ Saya sanagt penasaran dengan durian bakar sehingga senagja ke desa ini , ternyata sensasi ikut membakar lalu menikmati menambah cita rasa tersendiri. Rasa durian menjadi semakin legit , manis dan nikmat ,” jelas Zamrudin,  penikmat durian.

Durian yang telah dibakar menghasilkan aroma khas menambah selera, rasa buah menjadi semakin legit dan manis serta lembut. “ Saya sengaja datang ke sini untuk melihat dna menikmati durian bakar , ternyata rasanya enak banget , gurih, manis, serta lebih lembut dan manis juga tidak bikin pusing ,’ jelas Nunung wisatawan di kota Pekalongan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here