Dalam rangka mensukseskan Pemilihan Kepala Daerah Atau Pilkada Tahun 2020, Badan Pengawas Pemilu Atau Bawaslu Kabupaten Pekalongan Membentuk Desa Pengawasan dan Desa Anti Politik Uang.

Untuk Desa Pengawasan, Bawaslu menunjuk tiga desa dan satu kelurahan yang ada di Kacamatan Kajen, yakni Desa Sabarwangi, Desa Sanganjoyo dan Kelurahan Kajen.

Sedang untuk desa Anti Politik Uang terdapat di tiga Desa di Kecamatan Kedungwuni yakni Desa Ambokembang, Desa Proto dan Pakis Putih.

“Pemilihan desa pengawasan dan desa anti politik uang sengaja kita tunjuk desa yang tidak melakukan pemilihan kepala desa pada tahun ini, karena kita menghindari persepsi bahwa Bawaslu mengawasi Pilkades, padahal itu bukan tupoksikita,” kata komisioner Bawaslu Ulil Albab, saat dikonfirmasi di Kantor Bawaslu, Kamis (31/10/2019).

Dalam program tersebut, kata Ulil, masyarakat akan diajak untuk berpartisi aktif dalam pengawasan pada proses pilkada. “awalnya kita akan melakukan sosialisasi kepada desa yang ditunjuk, dan kita akan ajak stake holder, tokoh masyarakat dan nantinya seluruh elemen untuk aktif terlibat dalam pengawasan pilkada,” terangnya ditemani Komisioner Bawaslu M Bahrizal.

Desa pengawasan dan desa Anti Politik Uang ini, lanjutnya, akan menjadi pilot project yang nantinya akan diimplementasikan ke desa-desa yang lain. “kita akan ajak masyarakat agar sadar pengawasan, karena pilkada ini merupakan hajat bersama dan akan kita kawal bareng sehingga masyarakat juga ikut bertanggungjawab untuk ikut mensukseskan pilkada,” harapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here