Dalam rangka memperingati Hari Wayang Nasional yang jatuh pada tanggal 7 November, Pemerintah Kabupaten Pekalongan menggelar wayang Golek Semalam Suntuk di Halaman Rumah Dinas Bupati Pekalongan, Kamis (7/11/2019).

Pagelaran wayang tersebut menampilkan Ki dalang Hadi Asmoyo dari Desa Sampih Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan dan mengambil cerita dari babad Pekalongan dengan diiringi penampilan campur sari Mulyo Raras dari Desa Bulak pelem Kecamatan Sragi.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi yang diwakilkan  Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Pekalongan Ali Riza dalam sambutannya mengatakan, pagelaran wayang golek tersebut bagian dari komitmen Pemerintah Daerah terhadap penetapan tanggal 7 November sebagai Hari Wayang Nasional. “hal itu juga sesuai dari misi Pemerintah Daerah yang tertuang dalam 12 mandat  rakyat diantaranya adalah pengembangan dan penguatan nilai budaya bentuk-bentuk semacam ini adalah upaya pemerintah daerah untuk melestarikan nilai budaya,” katanya

Pagelaran wayang ini, kata Ali, sekaligus sebagai pelestarian budaya khususnya bagi generasi muda sebagai langkah  nyata Pemkab dalam  melestarikan budaya .“wayang sebagai warisan budaya tak benda diakui dunia, berasal dari Indonesia dan ini harus terus dilestarikan khususnya oleh teman-teman seniman dan seluruh komponen masyarakat yang ada di Kabupaten Pekalongan,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Peringatan Hari Wayang Nasional Tingkat Kabupaten Pekalongan Sumarwati menuturkan, tujuan diadakan pagelaran wayang  diantaranya sebagai sarana komunikasi dan silaturohim bagi seniman dalam upaya pemajuan kebudayaan di Kabupaten Pekalongan dan meningkatkan kesadaran dan kecintaan masyarakat dalam upaya pemajuan wayang di Indonesia khususnya di Kabupaten Pekalongan,” jelasnya yang juga sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan.

Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan Ismu Syamsudin menambahkan, pagelaran wayang dalam  rangka peringatan Hari Wayang Nasional baru pertama kali di laksanakan, dan  kegiatan ini serentak dilaksanakan secara nasional. “wayang ini sudah diakui dunia sebagai warisan tak benda bangsa indonesia, tentu sebagai bangsa yang menghargai budayanya, wayang ini harus terus dilestarikan dan dibudayakan,” ujarnya.

Sebagai bentuk perhatian pemkab terhadap kesenian wayang, Dinas Pendidikan dan  Kebudayaan akan melakukan pendataan seluruh anggota Persatuan Pedalangan Indonesia atau Pepadi Kabupaten Pekalongan, setelah itu akan dilakukan sharing untuk peningkatan wayang di Kabupaten Pekalongan, baik dari sisi kemasan, teknis maupun market. “anggota Pepadi Kabupaten Pekalongan itu yang aktif sekitar 70, namun diluar itu banyak. Dan wayang golek yang ditampilkan malam ini merupakan  wayang asli dari Kabupaten Pekalongan,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here