Akademi Negeri Kajen atau AKN akan dikembangkan menjadi Politeknik Negeri Kajen. Dalam prosesnya akan lebih dahulu menjadi Program Studi Di Luar Kampus Utama (PSDKU) Politeknik Negeri Bandung.

Demikian disampaikan oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat membuka Focus Group Discussion atau FGD PSDKU Politeknik Negeri Bandung di Hotel Dafam, Senin (21/10/2019).

“latar belakang FGD ini diantaranya adalah AKN harus dikembangkan karena hanya D2 sedang PSDKU bisa sampai D4 atau setara dengan sarjana atau S1,” kata Bupati.

Nantinya, lanjut Bupati, program studi yang akan dikembangkan betul-betul yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha seperti Teknik Informatika, Teknik Kimia, dan Teknik Industri. “semua prodi tersebut dibutuhkan kita, sekaligus nanti bisa menjadi pemasok tenaga kerja bagi perusahaan baik skala nasional maupun internasional,” terangnya.

PSDKU Polban sendiri, kata bupati tidak hanya mendidik orang menjadi pandai saja, akan tetapi mendidik agar para mahasiswa juga mempunyai adab. “adab harus didahulukan daripada ilmu, kalau orang ilmu akan tetapi tidak punya adab juga kurang pas,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Polban  Rachmad Imbang Tritjahjono, menuturkan pada kesempatan FGD ini, para pelaku industri dan dari unsur SMK diajak untuk berdiskusi tentang kebutuhan riil di Kabupaten Pekalongan. “kalau skala nasional kita sudah mempunyai gambaran, disini kita akan melihat kebutuhan di Kabupaten Pekalongan, meskipun beberapa program studi sudah kami petakan seperti Teknik Informatika, Teknik Kimia dan Teknik Mesin juga Manajemen Aset, namun kami akan melihat masukan dari berbagai unsur,” paparnya.

Perubahan AKN menjadi Politeknik, kata Rachmad, sangat tergantung dari kebijakan pemerintah daerah, dan Pemerintah Jokowi sendiri sangat mendorong pendidikan vokasi. “PSDKU ini bisa menjadi perantara terwujudnya pendidikan vokasi, kalau AKN akan dijadikan Politeknik Negeri maka kita akan bantu untuk menumbuh kembangkannya,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here