Pemerintah Kabupaten Pekalongan menargetkan pada akhir tahun 2019 RSUD Kesesi sudah bisa difungsikan dan pada tahun 2020 akan fungsional untuk melayani masyarakat.

Demikian disampaikan oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat melihat progres pembangunan RSUD tersebut, Rabu (16/10/2019). Dalam kesempatan tersebut bupati di dampingi Kepala Bappeda Litbang, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala DPU Taru, Camat Kesesi, Kepala Puskesmas 1 Kesesi dan instansi terkait.

Bupati Asip Kholbihi mengatakan, progres pembangunan RSUD Kesesi tidak seperti diberitakan sebelumnya yakni tidak mengalami deviasi malah plus 12 persen. “diharapkan nanti tepat waktu dan tepat mutu, karena bangunan rumah sakit punya standar khusus dan untuk bangunan sipil bangunan rumah sakit paling sulit, namun rekanannya sudah punya pengalaman sehingga kualitasnya bagus dan sudah mulai tahap pengecoran” katanya.

RSUD Kesesi ini, kata Bupati, sangat dibutuhkan oleh masyarakat di wilayah Kabupaten Pekalongan sebelah barat dan bahkan dapat mengcover masyarakat Kabupaten Pemalang sebelah selatan. “untuk tahap pertama ini kita bangun dengan dana APBD sebesar 9 milyar dan kedepan akan ditingkatkan serta akan diusulkan ke APBN karena rumah sakit tipe D sehingga masih memungkinkan untuk diajukan,” terangnya.

Bupati menjelaskan, RSUD Kesesi ini masih dalam perintisan, bagian belakang bangunan yang baru ke depan akan di bangun kembali sehingga tahun 2022 sudah jadi rumah sakit. “nantinya puskesmas 1 kesesi akan dipindah, dan pada awal ini RSUD Kesesi akan dibangun tipe D,” ujarnya.

Dalam pengembangan pelayanan kesehatan sendiri, kata Asip, pemkab juga akan mengembangkan Rumah Sakit Kraton yang saat ini merupakan salah satu rumah sakit tipe B yang menjadi rujukan regional. “pembangunan sektor kesehatan terus kita dorong agar derajat peningkatan pelayanan kesehatan bisa terus ditingkatkan, salah satunya melalui pembangunan fisik, seperti di RSUD Kesesi ini,” paparnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here