Pembangunan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan dimulai, hal itu ditandai dengan Ceremmony Groundbreaking pembangunan gedung rektorat UMPP di Jalan Raya Pekajangan Kecamatan Kedungwuni oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, Rabu (16/10/2019) pagi.

Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh tokoh Muhammadiyah, di antaranya, K.H. Farid Akhwan, Pengurus Daerah Muhammadiyah Kabupaten/Kota, Pengurus Daerah Aisyiyah, Rektor UMPP dan jajarannya, para dosen dan karyawan UMPP serta tamu undangan lainnya.

Bupati atas nama pemkab  menyatakan sangat mendukung berdirinya UMPP yang melengkapi iktiar-ikhtiar yang lain karena di Kabupaten Pekalongan sudah ada delapan perguruan tinggi, baik yang diinisiasi oleh kalangan swasta maupun pemerintah. “Sampai saat ini , atas inisiasi pemkab. telah lahir 3 Perguruan Tinggi   yaitu PSDKU Undip, Politeknik Kajen ( Polban ) dan IAIN di Kajen,” sebut Asip.

Bupati Asip berterima kasih pada Pengurus Daerah Muhammadiyah beserta jajarannya yang terus-menerus berikhtiar untuk memulai lagi pembangunan UMPP yang sejarahnya sudah ada sejak Tahun 1960-an. “Hal ini menunjukkan semangat sarikat  warga Muhammadiyah Pekajangan untuk tollabul ilmi (mencari ilmu)  luar biasa, tak heran jika akhirnya sekarang terlaksana pembangunan gedung UMPP ini ”, ungkapnya.

Bupati berharap kehadiran UMPP dapat menjadikan masyarakat Kabupaten Pekalongan menjadi warga yang terdidik. “Manfaat UMPP ini hendaknya bisa dirasakan tidak hanya oleh kalangan akademik  yang ada di UMPP saja, tapi saya minta  nanti supaya bisa bergandeng tangan dengan pemkab agar kebijakan-kebijakan pemerintah yang memerlukan dukungan dari para pemuka agama dan akademisi betul-betul berorientasi pada kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Bupati, Pembangunan sejumlah kampus perguruan tinggi di wilayah Kabupaten Pekalongan dinilai memacu pertumbuhan ekonomi di Kota Santri secara signifikan. “Dengan hadirnya delapan Perguruan Tinggi di kab Pekalongan, membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi kab Pekalongan yang ternyata  melampaui pertumbuhan ekonomi kota Pekalongan. Sepanjang sejarah baru terjadi. Pertumbuhan ekononi kita meningkat di angka 5,76%. Insya Allah akhir tahun ini kalau seluruh program berhasil, maka bisa mencapai angka 6”, tutur bupati.

Selain itu,  dengan banyaknya Perguruan Tinggi, menurutnya, juga berdampak pada tingkat penggangguran yang makin turun. Tingkat pengangguran terbuka di wilayah Kabupaten Pekalongan saat ini pada kisaran 4 persen, dari sebelumnya yang mencapai 6 persen. Menurut Bupati, hal itu  karena semakin banyak tenaga kerja yang terserap diantaranya melaui job fair  yang rutin dilaksanakan.            

Pemkab juga akan membuka kawasan industri di wilayah Kecamatan Siwalan. “Banyak investor dari Dalam maupun Luar Negeri yang siap menanam modal di Kabupaten Pekalongan,” imbuhnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here