Dalam rangka mewujudkan Kabupaten Pekalongan yang bersih dari limbah, Bupati Pekalongan melakukan pengecekan ke Instalasi Pengelolahan Air Limbah atau IPAL di Desa Pakis Putih Kecamatan Kedungwuni, Senin (14/10/2019).

Dalam pengecekan tersebut bupati didampingi Kepala Dinperkim LH, Kepala DPU Taru, Camat Kedungwuni dan instansi terkait.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menuturkan, pemkab saat ini sedang melakukan inventarisasi Ipal. Untuk Ipal di Desa Simbang Kulon sudah berjalan dengan baik dan kapasitasnya dapat ditambah. “sedang di Pakis Putih ini dibangun pada tahun 2000an dan sudah mangkrak puluhan tahun, ini kita beserta tim mengecek apakah masih fungsional atau tidak,” katanya.

Pengecekan ini kata bupati, bertujuan agar para pengusaha wash jeans yang belum mempunyai Ipal standar dapat dicarikan solusi, sehingga limbah cairnya nanti bisa dibuang sesuai baku mutu air bisa terjamin dan dibuang disini. “Ipal disini kapasitasnya kecil, mungkin hanya untuk 5 pengusaha. Tapi di Pakis Putih ini ada 5 pengusaha, yang 2 sudah punya Ipal dari bantuan APBN, yang 3 belum punya Ipal standar, nanti kita akan cek satu-satu jika memungkinkan bisa digabung disini,” terangnya.

Tapi prinsip, kata Asip, Pemerintah Daerah serius dalam menangani permasalahan limbah, sehingga inventarisasi aset berkaitan dengan pengelolaan limbah menjadi prioritas. “Ipal ini akan dikaji serius, karena puluhan tahun tidak terpakai, apakah masih layak difungsikan atau tidak,” ujarnya.

Ditambahkan bupati, setelah pengecekan ini, Dinperkim LH akan membuat kajian lebih dalam, setelah itu nanti bisa disimpulkan, apakah layak digunakan kembali atau tidak Ipal di Pakis putih ini, jika tidak maka harus membuat Ipal baru lagi di sekitar Kedungwuni. “ada dua opsi yang sudah kami siapkan untuk pengembangan Ipal di Kedungwuni, karena Kedungwuni juga merupakan sentra industri jeans wash juga, sehingga pemkab perlu memikirkan secara serius pengelolaan limbahnya,” paparnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here