Bedahan bendung gembiro pada tahun ini tidak dilaksanakan, hal itu lantaran masa kemarau pada tahun 2019 lebih panjang sehingga menjadikan debit air berkurang.

Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan tata Ruang atau DPU Taru Kabupaten Pekalongan Wahyu Kuncoro, Senin (14/10/2019). Menurutnya, musim kemarau pada tahun ini diperkirakan lebih panjang, dan pada Bulan Nopember baru memasuki musim hujan. “kondisi debit sekarang minus 65 cm sehingga menyebabkan ribuan kubik air yang tidak tercukupi,” katanya.

Melihat hal itu, lanjut Wahyu, Balai Besar Wilayah Sungai atau BBWS selaku pengampu irigasi sungai Brondong memutuskan untuk tidak melakukan pengeringan bendung. “karena bendung tidak jadi dikeringkan, maka acara bedahan bendungan tidak dilaksanakan,” terangnya.

Dijelaskannya, baru pertama kali tidak dilaksanakan bedahan bendungan pada Bulan Nopember. “memang tahun ini musim kemaru panjang, pada 8 tahun yang lalu juga tidak dilaksanakan pembukaan karena kondisi air yang kurang,” ujarnya.

Menurut Wahyu, pembukaan atau penutupan melihat posisi pola tanam, penutupan dilakukan pada masa tanam ketiga dimana para petani menanam palawija yang tidak memerlukan air yang banyak. “jika tidak pada musim ketiga maka akan masuk musim kesatu dimana petani akan menanam padi, jika dilakukan penutupan akan mengancam produksi pertanian di wilayah kita,” jelasnya.

Wahyu menambahkan, Sungai Brondong merupakan kewenangan pusat karena mengairi lebih dari 3 ribu hektar sawah di Kabupaten Pekalongan. “dari lebih 3 ribu hektar sawah tersebut terdiri dari irigasi teknis dan setengah teknis,” tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here