Menanggapi aspirasi warga Desa Pegaden Kecamatan Wonopringgo yang resah terhadap limbah cucian atau Wash Jeans yang dialirkan secara sembarangan oleh pengusaha, Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengambil langkah tegas dengan akan menutup tempat usaha tersebut.

Demikian disampaikan oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat melakukan audiensi dengan perwakilan warga yang menggelar aksi di depan gedung Kantor Bupati pekalongan, Jumat (11/10/2019).

Perwakilan warga tersebut ditemui bupati sekira pukul 11.30 wib di ruang rapat bupati, dan melakukan audiensi selama kurang lebih 15 menit. Dalam audiensi hadir Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, Asisten 2 Setda, Kepala Dinperkim LH dan Instansi terkait.

Bupati menjelaskan, Pemkab akan menutup usaha jeans wash yang tidak berijin dan yang berijin tetapi masih membuang limbah secara sembarangan akan ditutup sementara. “yang tidak punya ijin akan kami tertibkan dan yang tidak mempunyai ijin akan ditutup sementara dengan syarat harus membenahi dan berkoordinasi dengan Dinperkm LH,” katanya.

Bupati meminta kepada pengusaha yang melakukan usaha di kabupaten pekalongan agar mematuhi aturan main dan untuk permasalahan limbah pemkab sudah menyediakan Ipal. “pengusaha agar mematuhi aturan sehinggadapat berjalan dengan baik dan tidak merugikan warga sekitar, itu sesuai dengan misi saya kaline resik rejekine apik, kaline kotor rejenkine ora glontor. Karena apa gunanya kali kotor kalau menyakitkan warga,” jelasnya.

Pihaknya menerima aspirasi dari warga Pegaden karena menurutnya memang menyebabkan ketidaknyamanan. “aliran limbah yang dibuang sembarangan meresahkan dan masyarakat menjadi korban apalagi kalau musim kemarau baunya menyengat,” terangnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here