Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau APBD Kabupaten Pekalongan tahun 2020 masih akan berkonsentrasi pada penyelesaian infrastruktur.

Demikian disampaikan bupati Pekalongan Asip Kholbihi usai Rapat Paripurna Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah atau Raperda APBD 2020 di DPRD Kabupaten Pekalongan, Selasa (8/10/2019).

Bupati mengatakan, penyelesaian infrastruktur pada tahun 2020 di target 95 persen dan sisanya akan diselesaikan pada tahun 2021. “selain itu pada tahun 2020 kita targetkan angka kemiskinan single digit, pertumbuhan ekonomi naik dari yang sekarang 5,76 dan Indeks Pembangunan Manusia atau IPM naik menjadi 70 dari sekarang 69 untuk itu akan kita dorong di sektor pendidikan dan kesehatan,” katanya

“pembangunan di bidang budaya juga akan ditingkatkan, apalagi sintren Kabupaten Pekalongan sudah ditetapkan oleh UNESCO menjadi warisan budaya takbenda yang ini menjadi kekayaan khasanah budaya yang asli atau original dari Kota Santri,” jelas Asip.

Adapun untuk APBD 2020, lanjut Asip, direncanakan pendapatan daerah sebesar 2,3 triliun yang terutama disumbang dari Pendapatan Asli Daerah atau PAD sebesar 456 milyar dan dana perimbangan sebesar 1,3 triliun. “dari jumlah tersebut belanja daerah pada tahun 2020 sebesar 2,4 triliun sehingga terjadi defisit sebesar 104 milyar yang akan ditutup dengan pembiyaan netto yang berasal dari Silpa tahun sebelumnya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Hindu menuturkan, Raperda APBD 2020 ditarget selesai satu bulan sebelum tahun anggaran. “namun tergantung proses pembahasan di DPRD, kita akan bahas sesuai dengan mekanisme yang ada, setelah ini akan ada pandangan umum dari fraksi-fraksi kemudian akan di bahas di komisi dengan melibatkan OPD terkait,” paparnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here