Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menargetkan 40 ribu rumah tangga di Kabupaten Pekalongan dapat tersambung PDAM Tirta Kajen pada tahun 2024, dari jumlah sambungan pada tahun 2019 sebanyak 16 ribu rumah tangga. Namun hal itu, bukanlah hal yang mudah dan harus bekerjasama dengan perbankan atau pihak ketiga agar sambungan bisa maksimal. semua itu, butuh kepiawaian direktur yang baru.

Demikian disampaikan bupati, saat melantik Direktur Perusda Air Minum Tirta Kajen masa bakti 2019-2024 yakni Nur Wachid  di Aula Lantai I Setda Kabupaten Pekalongan, Kamis (3/10/2019 ) sore.

Pelantikan Direksi Perumda Air Minum Tirta Kajen masa bakti 2019-2024 dihadiri Wakil DPRD Kabupaten Pekalongan Mas’udah dan sejumlah pejabat teras di lingkungan Pemkab Pekalongan seperti Sekda Mukaromah Syakoer, Kepala Bappeda Bambang Irianto, dan mantan Plt Direktur PDAM Kajen Kasmari.

Bupati mengaku prihatin dengan kondisi Perusda Air Minum Tirta Kajen yang hingga kini tidak berkembang dibandingkan dengan perusda sejenis di daerah tetangga seperti di Kabupaten Kendal, Batang, Kota Pekalongan, dan Pemalang. “padahal di daerah pegunungan kita terdapat puluhan sumber air yang bisa dimanfaatkan,” katanya.

Ditambahkan Asip, Kabupaten Pekalongan memiliki kelebihan kaya akan sumber air baku. Sungguh ironi di Kabupaten Pekalongan kaya sumber air tapi perkembangan PDAM dari dulu sampai sekarang masih itu itu saja.”Direktur baru sudah berjanji tahun 2024 minimal 30 ribu sambungan rumah tangga. Nanti akan kita evaluasi, tahun 2024 ada pergerakan ga? Lakukan gerak cepat, manajemen modern. Semuanya semangat semua agar pdam maju. Kendal kantornya luar biasa. Gajinya sudah 16 kali,” ,” Bupati usai acara pelantikan.

Untuk itu, lanjut bupati akan memberikan gaji karyawan PDAM Tirta Kajen sebanyak 20 kali dengan catatan ada perbaikkan hasil kinerja. Namun begitu apabila dalam perjalanan nanti tidak menunjukkan hasil baik ya tentu akan berlaku sebaliknya.

Sementara itu Direktur PDAM Tirta Kajen Nur Wachid menuturkan, cakupan PDAM di Kabupaten  Pekalongan masih rendah yakni di kisaran 16 ribuan dan hal itu merupakan tantangan tersendiri utamanya terkait dengan harapan bupati. “kita akan melakukan berbagai upaya untuk itu, apalagi menurut catatan kita punya banyak sumber air, kita akan evaluasi dengan melihat data yang benar,” katanya.

Program yang akan dilakukan, lanjut Nur Wachid diantaranya, pembangunan sumur, memaksimalkan potensi produksi, dan pengembangan sambungan untuk daerah yang sudah masuk daftar. “kita juga akan evaluasi daerah mana yang rentan kekeringan dan akan disinergikan dengan dinas Perkim LH dan dinas lainnya sehingga akan mengurangi wilayah kekeringan,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here