PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang melakukan bakti sosisal dengan menggunakan Kereta Kesehatan atau Rail Clinic generasi ke-4 berupa pelayanan kesehatan gratis untuk masyarakat di sekitar Stasiun Comal, Kamis (3/10/2019).

Pada kesempatan tersebut, PT KAI Daop 4 memberikan layanan kesehatan kepada 300 masyarakat secara gratis. Adapun pelayanan yang diberikan meliputi pemeriksaan umum, kesehatan ibu dan anak, gigi, mata, laboratorium sederhana, layanan farmasi, serta penyuluhan kesehatan maupun keselamatran dan keamanan perkeretaapian.

Mohamad Nurul Huda Dwi Santoso Kepala PT KAI Daop 4 Semarang mengatakan, rail clinic di Stasiun Comal adalah program CSR dibidang kesehatan yang ketiga kalinya di tahun 2019 di wilayah Daop 4 Semarang. “sebelumnya kita adakan di Stasiun Alastua Semarang pada 28 Maret dan Stasiun Gubug pada 14 Agustus yang lalu,” katanya.

Rail Clinic sendiri, kata Huda, diluncurkan pada tahun 2015 dan dianugerahi rekor MURI sebagai kereta kesehatan pertama di Indonesia. Rail clinic merupakan wujud kepedulian sosial sebagai bagian dari CSR KAI di bidang kesehatan. “tujuan rail clinic untuk memberikan bantuan kesehatan gratis kepada masyarakat yang sulit menjangkau fasilitas pelayanan kesehatan. Hingga tahun 2018 PT KAI sudah meluncurkan 4 generasi rail clinic,” ujarnya.

Didalam rangkaian rail clinic, jelas Huda, juga dirangkai rail library atau kereta pustaka yang didalamnya menyediakan ratusan buku bacaan, serta dilengkapi dengan fasilitas e-library berupa enam buah monitor layar sentuh dengan data base berbagai bacaan, video edukatif, dan lagu anak-anak yang terkoneksi dengan internet. “layanan rail clinic dan rail library sengaja disatukan untuk dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan dan juga minat baca,” terangnya.

Pihaknya berharap, dengan adanya bakti sosial yang melibatkan rail clinic generasi ke 4 ini dapat menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antara pihak PT KAI dengan masyarakat sekitar jalur rel. “dengan silaturahmi yang baik, akan bisa terjalin kerjasama dan komunikasi yang harmonis untuk menjaga keselamatan perjalanan kereta api dan memajukan trasnportasi massal berbasis rel,” harap Huda.

Sementara itu, Mudio (63) warga Losari Loboyo Kecamatan Ampel Gading mengaku senang bisa mendapatkan layanan kesehatan di kereta api. Menurutnya, suasananya lebih nyaman dari pada ketika berada di Puskesmas atau Di rumah sakit. “warga sangat terbantu sekali dengan adanya layanan kesehatan ini, saya kesini mau periksa mata sedang istri mau periksa penyakit dalam. Ini pertama kalinya saya periksa di Kereta Api,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, PT KAI tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan gratis, akan tetapi juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada masyarakat diantaranya memberikan 61 kacamata gratis kepada siswa SMPN 1 dan 2 Comal, pemberian gerobak dan temapat sampah kepada masyarakat sekitar stasiun, bantuan renovasi Mushola Darul Khoir, serta bantuan alat olah raga kepada SDN 3 Purwosari, SMPN 1 Comal dan warga Desa Iser.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here