Dua anggota pengawas TPS asal Kabupaten Pekalongan yang mengalami kecelakaan kerja pada saat pemilu serentak 17 April lalu menerima santunan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI.


Adapun santunan diberikan kepada dua PTPS tersebut atas nama Ulfa Mubasiroh dan Siti Khuzaemah yang sebelumnya mengalami keguguran saat masih bekerja mengawasi proses pemungutan suara.


Komisioner Bawaslu Kabupaten Pekalongan Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Nur Anis Kurlia mengatakan santunan yang diberikan langsung masuk ke rekening yang bersangkutan pada bulan september yang lalu. “nilai santunan yakni masing-masing sebesar 16 juta lima ratus ribu rupiah,” katanya.


Menurutnya, keduanya mengalami keguguran pada saat menjalankan tugas dan sempat dirawat di rumah sakit. Adapun sebelum santunan diberikan ada proses verifikasi yang dilakukan baik dari Bawaslu Kabupaten Pekalongan, Propinsi bahkan Bawaslu RI. “semoga bantuan tersebut dapat bermanfaat bagi mereka, meski tidak sebanding dengan pengorbanan yang mereka berikan,” terangnya.


Sementera itu, salah serotang penerima bantuan, Siti Khuzaemah (27) mengatakan, pada saat menjadi petugas PTPS pada pemilu serentak kemarin, dirinya mengalami pendarahan waktu masih di TPS, namun setelah sampai di Rumah Sakit ternyata janin yang dikandungnya sudah tidak bisa diselamatkan lagi. “saya berterimakasih karena ada perhatian dari Bawaslu, namun mau dibilang senang tapi sedih mau dibilang sedih namun senang, karena saya menerima ini akibat kecelakaan,” katanya.


Meski begitu, lanjut wanita asal Desa Wiradesa Kacamatan Wiradesa tersebut merasa senang karena dapat perhatian dari Bawaslu dan bantuan sudah masuk ke rekening sekitar tanggal 24 September yang lalu. “meski begitu saya tidak kapok, jika dipercaya untuk menjadi anggota PTPS lagi insyaAllah saya siap,” terangnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here