Prosesi budaya menjaga 9 mata air dari Kecamatan Petungktiyono menjadi puncak acara Festival Rogojembangan.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi didampingi Camat Petungkriyono Farid Abdul Hakim menuangkan air dari 9 mata air di Petungkriyono ke dalam kendi.

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Sigeger Desa Kasimpar Kecamatan Petungkriyono dari tanggal 27 hingga 29 September 2019 tersebut diisi dengan berbagai kegiatan diantaranya pengajian, panggung hiburan bersama band terkenal yakni Letto, Kailasa, Julians dan kegiatan lainnya.

Pada puncak acara, sebelum prosesi budaya, dilakukan kirab gula aren yang di ramaikan oleh gunungan hasil bumi dari berbagai desa yang ada di Kecamatan Petungkriyono.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi memberikan sambutan pada kegiatan Festival Rogojembangan, Minggu (29/9/2019).

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi usai menyampaikan sambutan pada kegiatan tersebut, Minggu (29/9/2019) mengatakan, Festival Rogojembangan tahun ini merupakan tahun ke 2. “festival ini semakin diminati masyarakat, terbukti masyarakat antusias menyaksikan dan pada saat band Letto hadir mengisi total pengunjung hampir 25 ribu,” katanya.

Dalam prosesi budaya, kata Bupati, diambil sembilan mata air dari Petungkriyono. “ini dikandung maksud kita komitmen untuk merawat sumber air untuk kehidupan,” katanya.

Kirab sembilan gunungan hasil bumi Petungkriyono dalam prosesi Festival Rogojembangan 2019.

Menurutnya, Kabupaten Pekalongan kaya akan sumber air baku, sehingga melalui festival ini masyarakat diajak untuk menjaga kelestarian sumber air. “selain itu kita ajak masyarakat untuk menjaga hutan dan tidak membuang sampah sembarangan terutama sampah plastik yang dapat mengurangi kesuburan hutan,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Pekalongan, tambah bupati Asip, telah membuat kesepakatan atau MoU dengan Perhutani agar seluruh hutan produksi dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. “dengan kerjasama ini muncul banyak destinasi di wilayah Petung bahkan sekarang sudah sampai ke wilayah Talun yakni Curug Tirta Muncar yang berada di Hutan Kroyakan yang semuanya dikelola oleh Pokdarwis,” ujarnya.

Festival Rogojembangan sendiri, kata Asip, berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi. “pertumbuhan ekonomi kita diangka 5,76 salah satunya disumbang dari UMKM yang mendukung sektor pariwisata. “Melalui even semacam ini masyarakat dapat menjual hasil olahanya serta berbelanja sehingga daoat mengurangi angka kemiskinan sekaligus mengangkat pertumbuhan ekonomi,” terangnya.

Pengunjung Festival Rogojembangan memperebutkan gunungan hasil bumi dari 9 desa yang ada di Kecamatan Petungkriyono.

Dijelaskannya, penyelenggaraan Festival Rogojembangan pada tahun mendatang akan dibuat lebih ramai dan lebih heboh, karena akan mendatangkan artis-artis nasional. “semua acara ini dikelola oleh anak-anak muda yang juga pelaku pokdarwis di Kecamatan Petungkriyono, ini menjadi bukti bahwa pembangunan sumber daya lokal terutama wisata sudah dapat berjalan dengan baik sehingga menghasilkan sesuatu yang bisa dijual dan mendatangkan income bagi masyarakat,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here