Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si membuka Seminar Kesehatan dalam rangka Hari Bakti Dokter Indonesia ke-111, di pendopo Kabupaten Pekalongan di Kajen, Rabu (25/9/2019).

Seminar yang diselenggarakan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI), mengambil tema “Deteksi Dini Dalam Rangka Penurunan Stunting Di Masyarakat”.

Usai dibuka Bupati, acara dilanjutkan dengan Senam Stunting Bersama, Pemberian bantuan santunan ke pengurus yatim piatu, ponpes, pemeriksaan Kesehatan, cek GDS, Asam urat dan kholesterol, edukasi cara dietnya, pemberian tablet Fe.

Dan sebagai puncak acara Seminar Stunting dengan Narasumber Ketua Gema Setia Dra. Hj. Munafah Asip Kholbihi dan dr. Dwi Riyanto SP A.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi usai membuka seminar itu menyatakan, kasus stunting di Kabupaten Pekalongan masih cukup tinggi. Dari sekitar 71 ribu balita, indikasi stunting ada sekitar 3 ribu balita, atau sekitar 32 persen.

“Dari sekitar 3 ribu anak berpotensi stunting ini sudah kita petakan. Lokusnya ada dimana kemudian latar belakang sosialnya seperti apa. Seminar kali ini akan memberikan jawaban kemudian akan ada action plan, karena seminar diikuti PKK, GOW, Aisiyah, Muslimah, Fatayat, NA, dan seluruh organisasi perempuan di Kabupaten Pekalongan,” ujar Bupati.

Diharapkan, stunting menjadi persoalan serius karena tujuannya untuk mempersiapkan generasi yang lebih baik untuk masa depan. “Jangan sampai anak ini kuntet, anak kerdil, tapi sebenarnya maknanya lebih luas lagi. Yang lebih penting adalah mempersiapkan generasi yang sehat,” tandas Asip.

Ketua IDI Pekalongan Zaenal Arifin, menyatakan, program Pemerintah Pusat adalah Indonesia lebih sehat. Program ini diawali dari anak kecil. Jika sejak dini stunting bisa diketahui, maka bisa lebih cepat ditangani.


“Stunting bukan sekedar cebol, tapi daya pikir dan kesehatan menurun semua. Saya punya usul nanti dilombakan mereka. Ketrampilannya dan kepintarannya kita lombakan. Stunting bukan hanya cebol dan tidak pintar tapi stunting juga bisa pintar,” tandas dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here