Memasuki musim kemarau, kawasan hutan rentan terjadi kebakaran.  Untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan, Perum Perhutani KPH Pekalongan Timur bersama pemerintah daerah, dalam beberapa bulan terakhir giat sosialisasi kepada masyarakat.

Administratur Perhutani KPH Pekalongan Timur Joko Santoso mengatakan, pihaknya sudah melakukan upaya untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan diantaranya berkoordinasi dengan pihak kepolisian, LMDH, BPBD dan aparat desa untuk mengantisipasi bencana kebakaran. “selain itu, kita telah membentuk satuan petugas yang mengawasi hutan selama 24 jam,” kata Joko Santoso Selasa, (24/9/2019).

“Tidak hanya itu, KPH Pekalongan Timur membuat satgas damkar, apel kesiapan, dan imbauan seperti pemasangan poster di titik-titik strategis di sekitar kawasan hutan, serta sosialisasi kepada masyarakat,” terangnya.

Joko mengungkapkan, luasan hutan di wilayahnya sekitar 52.700 hektare yang berada di kabupaten batang, kabupaten pekalongan, dan kabupaten pemalang. Di Batang seluas 12.700 hektare, di Pekalongan seluas 28.200 hektare, dan di Pemalang sekitar 11.500 hektare. “titik paling rawan kebakaran di KPH Pekalongan Timur ada di Kesesi, Paninggaran, dan Randudongkal,” jelasnya.

Joko mengungkapkan, jika ditemukan kejadian kebakaran, harus segera dilakukan tindakanpemadaman supaya api tidak bertambah besar. “kebakaran hutan kerap terjadi di Wilayah Pemalang, namun karena kesigapan petugas api berhasil dipadamkan sehingga, kebakaran tidak meluas,” pungkasnya.

Selain petugas, kata Joko, masyarakat juga perlu merasa memiliki hutan, karena dengan itu masyarakat juga akan turut serta menjaga hutan dari kebakaran. “terutama masyarakat yang dekat dengan hutan, kami himbau untuk tidak membakar sampah atau semak belukar di dekat hutan, karena itu berpotensi memicu kebakaran,” tandasnya.  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here