Dalam rangka membersihkan kali yang mengalir di Kabupaten Pekalongan yang dibeberapa wilayah tercemar oleh limbah industri batik, konveksi dan printing, Pemerintah Kabupaten Pekalongan melaunching gerakan ‘Ayo Resik-Resik Kali’.

Bupati Pekalongan  Asip Kholbihi mengatakan, sekarang sudah saatnya kita gelorakan semboyan ‘kali resik rejeki apik, kali kotor rejeki ora ngglondor’. “sekarang sudah bukan jamanya lagi ‘kali kotor rejeki ngglondor’,” katanya, Rabu (25/09/2019).

Menurutnya, dahulu, masyarakat di Kota Santri utamanya yang tinggal di Wilayah Buaran, Tirto dan Wiradesa berasumsi kalau ‘kaline kotor rejekine ngglondor’ kalau ‘kaline resik rejekine gak apik’. “sekarang akan kita balik kalau kaline apik rejekine apik dan kalau kaline kotor rejekine ora ngglondor’,” paparnya,

Menurutnya, pelaksaanan kedua jargon tersebut baru bisa dilaksanakan karena Pemkab baru mempersiapkan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang repersentatif yang cukup untuk menampung seluruh limbah cair yang ada, yakni bisa menampung 250 tanki perhari. “kita nanti juga akan mengelaborasi ditingkat action plan berupa gerakan pembersihan sungai serta penyadaran ditingkat pengusaha batik, konveksi, jins dll,” terangnya.

Dijelaskannya, gerakan bersih sungai merupakan wujud dari Pemkab Pekalongan untuk membangun lingkungan yang bersih dengan membersihkan sungai tidak hanya limbah namun juga sampah dengan merubah paradigma masyarakat. “saya punya cita-cita pada tahun 2020 Kabupaten Pekalongan akan menjadi daerah yang bersih. Akan kita gerakkan masyarakat sehingga akan lebih nyata tidak hanya inisiasi dari pemerintah saja, seperti di Desa Simbang kulon yang masyarakat seneng dan antusias menyambut gerakan ini,” paparnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here