Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menyerukan kepada para pengusaha batik, konveksi, sablon dan printing dilarang membuang sisa limbah cair ke sungai.
Demikian disampaikan Bupati saat meninjau Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Kelurahan Simbang Kulon Kecamatan Buaran, Senin (23/9/2019),

“Solusinya, para perajin bisa membuang limbah ke IPAL yang berada di Simbang Kulon atau menelpon pada kantor Dinas Perkim LH Kabupaten Pekalongan untuk diambil dengan menggunakan tangki,” katanya.

Menurut Bupati, dengan melakukan cara seperti ini maka persoalan limbah di daerah yang sudah berjalan puluhan tahun bisa diselesaikan pada 2019.

“Jadi, kita memiliki komitmen untuk menjaga wilayah Kabupaten Pekalongan sebagai kota yang bersih dari limbah. Kami mengajak para pengusaha batik maupun konveksi tidak ragu lagi bisa menghubungi kantor Dinas Perkim LH,” ujar Bupati.

Bupati menuturkan bagi pelaku industri yang memiliki alat sendiri bisa membuang limbah ke instalasi pembuangan air limbah yang sudah disediakan di Simbang Kulon. Khusus di Kecamatan Buaran yang sudah menjadi sentra industri batik, kata Bupati, bisa memanfaatkan IPAL itu maupun tinggal menelepon pada kantor Dinas Perkim LH.

“Kami akan berusaha agar sungai-sungai di daerah tetap bersih dan bening tetapi usaha batik maupun konveksi tetap lancar. Selama ini ada pandangan apabila setiap sungainya kotor maka rezeki (perajin) menggelontor,” tuturnya.

Bupati menandaskan, Pemkab memiliki misi dan visi bahwa pada mulai 2019 wilayah Kabupaten Pekalongan harus bersih dari pencemaran limbah industri baik industri batik maupun konveksi.

“Oleh karena, kami mohon ada kerja sama dengan para pengusaha batik maupun konveksi kerja agar membuang sisa limbah ke tempat yang sudah ada yaitu IPAL,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here