Kekeringan akibat musim kemarau yang berkepanjangan tahun 2019 ini di Kabupaten Pekalongan semakin meluas, sebelumnya ada 7 desa yang mengalami krisi air bersih, sampai saat ini, Jumat (20/9/2019) meluas menjadi 13 Desa.

Dari 13 desa yang terdampak tersebut berada di 10 kecamatan dari 19 kecamatan yang ada di Kabupaten Pekalongan.

BPBD Kabupaten Pekalongan memberikan droping air kepada masyarakat yang mengalami krisis air bersih di Desa Lambangggelun Kecamatan Paninggaran, Jumat (20/9/2019).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan Budi Raharjo mengatakan, sampai Kamis (19/9/2019) BPBD Kabupaten Pekalongan telah mendistribusikan air bersih kepada warga sebanyak 123 tanki dengan total 592 ribu liter. “dalam distribusi air kita menggunakan 4 armada/tanki, yakni milik BPBD 2 armada, 1 milik PMI dan 1 milik PDAM,” katanya.

Dikatakan Budi, kekeringan mulai dirasakan warga Kabupaten Pekalongan sejak awal agustus lalu dan pada Bulan September ini semakin meningkat. “pada bulan agustus sudah ada beberapa desa yang mengajukan droping seperti keluarahan sragi, namun pada bulan september ini mulai banyak yang mengajukan,” terangnya

Musim kering ini, kata Budi, diprediksi akan berakhir pada akhir bulan ini. “pada awal Bulan Oktober nanti diprediksi hujan akan turun, sehingga diperkirakan musibah kekeringan akan berakhir,” tuturnya.

Adapun desa yang mengalami krisis air bersih menurut catatan BPBD Kabupaten Pekalongan diantaranya di Kelurahan/Kecamatan Sragi, Desa Tanjungsari Kecamatan Kajen, Desa Pecakaran Kecamatan Wonokerto, Desa Jagung dan Desa Kesesi Kecamatan Kesesi, Desa lambanggelun Kecamatan Paninggaran, Desa Rowocacing Kecamatan Kedungwuni, Desa/Kecamatan Karangdadap, Desa Legokkalong Kecamatan Karanganyar, Desa Legokgunung dan Desa Galangpengampon Kecamatan Wonopringgo, serta Desa Doro dan Desa Sawangan di Kecamatan Doro.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here