Sebanyak dua dukuh di Desa Lambanggelun Kecamatan Paninggaran mengalami kekeringan yang diakibatkan oleh musim kemarau yang terjadi hampir di seluruh wilayah di Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya.

Sebelumnya warga mulai terdampak kekeringan sejak tiga bulan yang lalu, akan tetapi sejak dua minggu, warga mulai kekurangan air bersih.

Warga Dukuh Siberuk Desa Lambanggelun menyiapkan tempat air yang akan digunakan untuk menyimpan air yang diberikan oleh BPBD Kabupaten Pekalongan.

Kepala Desa Lambanggelun Sutopo mengatakan, krisis air bersih di Desa Lambanggelun terjadi di dua dukuh yakni Dukuh Siberuk dan Dukuh Simendem. “untuk Dukuh Siberuk ada 340 jiwa sedang di Simendem ada 340 jiwa dengan jumlah KK sebanyak 190 yang terdampak kekeringan,” katanya, Jumat (20/9/2019).

Menurut Sutopo, kekeringan tahun ini merupakan yang terparah dari yang terjadi tahun sebelumnya. “tahun kemarin musim kemarau masih ada air, sedang tahun ini sumber mata air utama sudah menipis sehingga warga kekeurangan air,” terangnya.

Sementara salah satu warga Dukuh Siberuk, Daisah (50) mengaku sudah mengalami kekeringan sejak tiga bulan. Untuk memenuhi kebutuhan, warga mencari air sampai masuk ke hutan dengan berjalan kurang lebih satu kilometer. “kita mencari ke sumber mata air naik turun bukit, namun sekarang mata air semakin menipis,” katanya.

BPBD Kabupaten Pekalongan memberikan droping air bersih kepada warga Siberuk Desa Lambanggelun, Jumat (20/9/2019).

Untuk memenuhi kebutuhan setiap harinya, Daisah memerlukan air sebanyak 5 dirigen yang setiap dirigennya berisi 20 liter air yang digunakan untuk 6 orang. “alhamdulillah ada bantuan dari pemrintah berupa droping air bersih, ini sangat membantu warga disini,” terangnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here