Dalam rangka mengejewantahkan pilar ketiga Muhammadiyah, yaitu ekonomi dan sekaligus menyonsong Muktamar Muhammadiyah ke-48 di Solo – Jawa Tengah tahun 2020.  Induk Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) bersama seluruh jaringan BTM nasional baik Koperasi Simpan Pembiayaan Syariah (KSPPS) dan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS), menyelenggarakan agenda besar yakni Muhammadiyah Microfinance Summit 2019 di Pekalongan, Jawa Tengah, yang berlangsung dari 19-21 September 2019.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menerima kenang-kenangan dalam acara Muhammadiyah Microfinance Summit 2019 .

Ketua Induk BTM, Achmad Suud, dalam sambutannya mengatakan, Kegiatan Muhammadiyah Microfinance Summit 2019 mengusung tema “Meneguhkan Pilar Ketiga Muhammadiyah Untuk Keadilan dan Kesejahteraan”. Selain itu, Muhammadiyah Microfinance Summit 2019 diadakan dalam rangka  komitmen Induk BTM dalam mewujudkan cita-cita Muhammadiyah dalam mengembangkan pilar ketiga, yaitu ekonomi. “kegiatan ini juga sebagai  sosialisasi dari Gerakan Microfinance Muhammadiyah (GMM) dalam menumbuhkan satu PDM dan satu BTM di seluruh Indonesia sebagaimana implementasi dari regulasi Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Pimpinan Pusat Muhammadiyah,” katanya, Kamis (19/9/2019).

Melalui Muhammadiyah Microfinance Summit ini  diharapkan ada rekomendasi-rekomendasi yang mampu menjadikan solusi kebangsaan di bidang ekonomi sehingga kedaulatan ekonomi dan kesejahteraan rakyat secara berkelanjutan bisa terlaksana.

Sementara itu, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi dalam sambutanya menuturkan, salah satu tujuan dan cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia adalah memajukan kesejahteraan umum yang telah digariskan dalam amanah konstitusi. Dari parameter tersebut sangat jelas apabila anak bangsa bahu membahu untuk mensukseskan amanah konstitusi tersebut. “dengan kondisi pertumbuhan ekonomi yang masih rendah saya berharap melalui Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) dapat menjadi gerakan dakwah Muhammadiyah dalam mewujudkan keadilan ekonomi dan sosial bagi masyarakat Indonesia,” katanya.

Para peserta Muhammadiyah Microfinance Summit 2019 antusias mengikuti acara Pembukaan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan, Kamis (19/9/2019).

Bupati bersyukur dan berterimaksih karena Kabupaten Pekalongan terpilih menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan Muhammadiyah Microfinance Summit 2019. Dengan adanya pertemuan ini sekaligus sebagai sosialisasi dan literasi dalam mengembangkan keuangan mikro secara nasional dan masif. “saya berharap melalui forum ini akan menghasilkan rekomendasi dalam menentukan arah dan kebijakan ekonomi ke depan, sehingga peran keuangan mikro di Muhammadiyah bukan sekedar membangun infrastruktur dan manajemen kelembagaan saja, tapi komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya terhadap para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM),” harapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here