Sosialisasi Keuangan melalui Pagelaran Wayang Kulit di Desa Api-api, Kecamatan Wonokerto, Minggu (15/9/2019) dibanjiri warga. Kegiatan berupa Sosialisasi Peran dan Fungsi Bank Indonesia dalam Menjaga Stabilitas Keuangan melalui Pagelaran Wayang dengan dalang Sigid Wardono dari Pemalang. Sosialisasi dihadiri Kepala Perwakilan Kantor Bank Indonesia (BI) Tegal Uke Sumajana. Selain itu, Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Pekalongan Periode 1996 – 2001 dan Periode 2006-2011, Drs. H. Amat Antono, M.Si, Staf Ahli Anggota DPR RI Dr. Heriyono Tarjono SH, MKM dan Jacob Widodo, Kepala Kesbangpol Kabupaten Pekalongan, Camat Wonokerto serta Perangkat Desa Api-api.

Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti mewakili Bupati Asip Kholbihi, SH, M.Si dalam sambutannya berharap kegiatan bisa diselenggarakan secara rutin dan menjadi kegiatan yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat, terlebih dengan kondisi wilayah Kecamatan Wonokerto yang cenderung membaik dengan adanya tanggul penahan rob. Dengan adanya sosialisasi oleh pihak yang berkompeten dan disajikan dengan hiburan wayang kulit, diharapkan masyarakat lebih tertarik untuk menghadiri acara.

Wakil Bupati Pekalongan Arini Harimurti memberikan sambutan pada acara Sosialisasi Keuangan melalui Pagelaran Wayang Kulit di Desa Api-api, Kecamatan Wonokerto, Minggu (15/9/2019) .

Dalam sambutannya, Uke Sumajana, memperkenalkan mengenai Bank Indonesia kepada masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut. “Bank Indonesia berbeda dengan bank pada umumnya. Tugasnya diatur Undang-Undang, terutama UU Bank Indonesia. Bank Indonesia hanya menerima setoran dari bank lain. Bisa dikatakan BI adalah Bank nya bank,” jelas Uke.

Lebih lanjut dijelaskan tugas utama BI yakni menjaga stabilitas keuangan, antara lain yakni bagaimana menjaga inflasi. “Inflasi adalah kondisi naiknya harga-harga. Di daerah ada tim pemantau inflasi daerah, di Kabupaten diketuai oleh Bupati. BI akan memberikan informasi atau masukan kepada pemkab terkait harga-harga kebutuhan pokok,” tutur Uke. Untuk mencegah terjadinya inflasi atau stabilitas harga yang kurang baik, pihaknya akan memberikan masukan kepada bupati, langkah-langah apa yang harus diambil.

Dicontohkan, kenaikan harga biasanya disebabkan karena terbatasnya ketersediaan barang kebutuhan masyarakat seperti daging sapi pada waktu menjelang Idul Fitri.  “Karena persediaannya yang terbatas, harga menjadi naik,” imbuh dia. Untuk mencegah hal tersebut, dalam jangka pendek, biasanya diambil langkah bagaimana memenuhi kebutuhan daging, sehingga kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi dan harga stabil. Dalam jangka panjang, pemerintah bisa meningkatkan produksi peternakan, sehingga dari waktu ke waktu kebutuhan daging terpenuhi dan tidak terjadi kenaikan harga yang memberatkan masyarakat pada umumnya.

Tugas Bl lainnya, yakni, terkait kelancaran sistem pembayaran. “Kelancaran sistem pembayaran akan mendukung stabilitas keuangan,” tandas Uke. Selain tugas-tugas tersebut, BI juga bertugas mencetak dan mengedarkan uang. “Uang lecek yang diterima BI dari bank-bank akan dimusnahkan oleh BI dan akan dicetak uang baru,”  ungkapnya. Uang yang dicetak BI sebesar uang yang dimusnahkan atau dihancurkan dan tidak sembarangan dalam mencetak uang, karena dalam bekerja, BI diawasi oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti memberikan wayang kepada dalang Sigid Wardono dari Pemalang sebagai tanda dimulainya pagelaran wayang kulit.

Kepala Desa Api-api, Komarudin, juga berharap sama dengan Wabup Arini. “Kegiatan baru pertama kali digelar. Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi momentum tersendiri, sebagai kenang-kenangan, yang akan selalu dinanti-nanti untuk tahun-tahun berikutnya,” ungkap Komarudin

Dalam Pagelaran Wayang Kulit sekaligus Sosialisasi Keuangan oleh Pihak BI malam itu  yang bertemakan Greget Mangayun yang artinya Semangat Membangun, Komarudin juga berharap rasa persatuan, gotong royong yang hampir hilang di tengah-tengah masyarakat saat ini kembali bisa dibangun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here